MAMUJU, BKM — Gedung kesenian Mamuju yang terbengkalai sejak beberapa waktu lalu, membuat anggota DPRD Sulbar merasa gerah. Melalui Ketua Komisi IV DPRD Sulbar, Abd Rahim, telah dilakukan pemanggilan terhadap pihak dinas pendidikan dan kebudayaan Sulbar serta dinas pemuda Sulbar untuk mempertanyakan soal gedung kesenian yang terbengkalai.
Abd Rahim yang ditemui BKM di ruang kerjanya usai memimpin pertemuan tersebut, Rabu (15/6), mengemukakan, seperti yang disampaikan pihak dinas pendidikan dan kebudayaan, sdekarang sudah bergeser pada kebudayaan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) saat itu. Terbengkalainya gedung tersebut bukan hanya masalah hukum dan lain-lain. Hanya ketidakjelasan terhadap penganggaran yang menangani masalah gedung kesenian ini.
Menurutnya, agar gedung ini tidak lagi terbengkalai sebaiknya dialihkan menjadi gedung pemuda dan olahraga. Tujuan utamanya adalah pusat pelatihan pemuda. Pihak dinas pendidikan dan kebudayaan Sulbar dalam pertemuan dengan komisi IV DPRD Sulbar telah menyepakati untuk nantinya akan ditindaklanjuti dan dianggarkan pada tahun 2017.
”Nantinya akan dimasukkan anggaran Rp2 miliar untuk menindaklanjuti program pembangunan terhadap gedung kesenian yang dinilai terbengkalai tersebut,” ujarnya.
H Sudirman, anggota komisi IV DPRD Sulbar, menjelaskan, untuk alih fungsi dari gedung kesenian menjadi gedung olahraga, pihak komisi IV telah mendorong pada proses lanjutan pembangunan gedung. Total anggaran berdasarkan pagu anggaran mulai 2009 sampai 2011 sebesar Rp1,6 miliar. Tapi yang terealisasi baru sebesar Rp1,3 miliar.
”Soal anggaran ini disampaikan pihak dinas pemuda dan olahraga,” kata Sudirman.
Terkait rencana pengalih fungsian gedung kesenian ini, pihaknya menyarankan agar dilakukan duduk bersama antara sekretaris provinsi Sulbar, DPRD Sulbar serta melibatkan dewan kesenian Sulbar, serta kepemudaan Sulbar. (ala/mir/c)