Site icon Berita Kota Makassar

Menu Andalan Sahur; Mairo Kering dan Mi Goreng

BERBICARA menu favorit saat berbuka puasa dan sahur, semua orang pasti berbeda-beda pilihannya. Tak terkecuali Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. Apa saja makanan ‘istimewanya?’

Laporan: Arif Alqadri

BULAN suci ramadan salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh Danny, sapaan akrab Wali Kota. Tidak salah jika di bulan penuh rahmat dan magfirah ini dimanfaatkan olehnya untuk memperbanyak amaliah ramadan.
Berpuasa juga tidak menghalangi aktivitas Danny sebagai orang nomor satu di Makassar. Kegiatan yang semakin padat, utamanya undangan buka puasa bersama masyarakat, kian banyak berdatangan. Diapun tetap semangat menghadiri setiap undangan yang diterimanya.
Ramadan juga menjadi bulan penuh sukacita bagi Danny. Di tengah-tengah kesibukannya mengurusi kota dengan berbagai permasalahannya, ia punya waktu khusus untuk berkumpul masyarakat. Bukan hanya berbuka puasa bersama, tapi juga salat berjamaah. Dia mengakui ini menjadi bagian dari tugas dan tanggungjawabnya melayani masyarakat.
”Di bulan ramadan, kegiatan cukup padat. Utamanya undangan dari masyarakat. Mulai dari salat subuh berjamaah hingga buka puasa bersama,” ujar Danny, yang ditemui usai menghadiri acara buka puasa bersama.
Meski waktu untuk istirahat terbilang sangat sedikit, Danny tetap bersemangat menjalani hari-hari di bulan ramadan ini. Apalagi dia juga bisa berkumpul bersama keluarga.
Baginya, saat santap sahur dengan keluarga, ia bisa memandangi raut wajah anak dan istrinya. Setelah itu, iapun harus bergegas untuk menghadiri undangan salat subuh berjamaah, atau safari ramadan yang telah dijadwalkan.
Ketika sahur, Danny punya menu andalan. Yaitu mairo kering, pallumara bersama sop. Dan yang tak bisa terlewatkan adalah mi goreng.
Menu makanan yang dihidangkan istri tercinta, menurut Wali Kota, tidak membutuhkan resep yang rumit. Hanya dengan racikan cinta dan kasih sayang, cita rasa yang dikeluarkan dari hidangan sahur terasa lebih nikmat dan mampu menjadi energi untuk berpuasa dan beraktifitas mulai dari terbitnya matahari sampai terbenamnya fajar.
“Kalau sahur saya lebih banyak bersama keluarga. Saat itulah waktu saya bersama keluarga. Untuk makanan dan menu sahur, cukup simpel dan apa adanya. Hanya mairo kering atau ikan kering, pallu mara dan sop. Saya juga paling suka mi goreng,” terangnya.
Meski aktifitasnya terbilang cukup padat, Danny tetap meluangkan waktu untuk tadarus Alquran. Membaca ayat-ayat suci itu dilakoninya ketika berada di atas mobil yang mengantarnya, dari satu tempat ke tempat lain. (*/rus)

Exit mobile version