MAKASSAR, BKM–Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, jajaran dinas kesehatan kabupaten/kota, di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel membuka posko pelayanan kesehatan bagi para pemudik di lokasi-lokasi strategis.
Diantaranya, seperti di terminal angkutan darat, pelabuhan, bandara dan sejumlah ruas jalan yang ramai dilalui para pemudik.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rachmat Latief mengatakan, posko kesehatan yang didirikan, efektif beroperasi selama 24 jam pada H-7 hingga H+7.
Para petugas kesehatan yang bertugas, kata Rachmat, sudah tahu protap dan standar operasional prosedur (SOP) penanganan kesehatan, kegawatdaruratan dan pemeriksaan.
Mereka juga bertugas untuk memeriksa kesehatan para sopir yang akan mengemudikan kendaraan. Pemeriksaan berupa tekanan darah hingga apakah mereka bebas dari alkohol saat berkendara.
“Prosedur itu akan dilakukan untuk safety-nya perjalan para pemudik,” katanya di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (20/6).
Dia juga menginstruksikan seluruh rumah sakit dan puskesmas, khusunya yang berlokasi di dekat jalan raya terus bersiaga 24 jam penuh mengantisipasi jika ada yang butuh penanganan kesehatan.
Menyikapi keberadaan posko kesehatan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyabtu baik.
Ketua Komisi D DPRD Makassar, Mudzakkir Ali Djamil mengatakan, pendirian posko kesehatan ini penting untuk melayani pemudik secara darurat jika ada yang mengalami kecelakaan saat pelaksanaan arus mudik nantinya.
Tak hanya Dinkes, juga diharapkan ada peran dari rumah sakit milik pemerintah (RSUD) untuk menyiapkan peralatan medis yang lengkap.
“Kita merespon psotif langkah yang diambil dinas kesehatan tersebut, agar perjalanan para pengendara yang sedang mudik dalam kondisi fit,” ungkap Muda sapaan akrabnya di DPRD Makassar, kemarin.
Selain itu, legislator Fraksi PKS ini juga menyarankan agar titik-titik posko yang disediakan dipasang di tempat yang sangat strategis, guna memudahkan pemudik untuk menjangkaunya.
“Kita harap posko ditempatkan di Terminal Malengkeri dan Terminal Regional Daya. Jadi seluruh sopir dan pemudik dapat dites kesehatannya sebelum melakukan perjalanan mudik,” harapnya.
Hal senada dikatakan, Sekertaris Komisi D DPRD Makassar, Hamzah Hamid. Menurutnya, dinkes juga harus berkomunikasi dengan pihak swasta untuk membantu kelancaran pelayanan kesehatan bagi pemudik lebaran.
“Yang jelas setiap posko kesehatan nanti harus lengkap mulai dokter jaga dan perawat, termasukobat-obatan. Utamanya peralatan bedah, agar masyarakat bisa langsung ditangani jika mengalami kecelakaan,” katanya.
Posko kesehatan ini harus sudah didirikan mulai H-5 hingga H+5 Lebaran. Nantinya setiap petugas juga wajib stand by agar bisa efektif dalam melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan medis.
“Kan banyak yang kurang peduli dengan kesehatan saat mudik, yang dalam pikiran mereka bagaimana pulang cepat sedangkan kondisinya tidak diperhatikan,” bebernya.(rhm-ita/war)