MAKASSAR, BKM — Kanker paru-paru adalah salah satu penyakit yang dapat membahayakan tubuh manusia. Jika penyakit ini sudah menyerang, penderitanya akan merasa tersiksa. Belum lagi, nyawa juga bisa menjadi taruhannya saat penderita tak segera mengatasinya. Jumlah penderitanya dari tahun ke tahun terus bertambah.
Penyakit paru-paru biasanya menyerang orang yang memiliki kebiasaan merokok. Sehingga sel-sel dalam paru-parunya akan mengalami kerusakan. Namun, kanker paru-paru ternyata bisa saja disebabkan sel-sel kanker yang telah menyebar ke seluruh tubuh hingga menyerang sampai organ pernapasan.
Penyakit kanker paru bisa diderita tidak hanya para perokok. Tapi yang bukan perokok pun bisa menderita penyakit ini. Karena itu, selalu menjaga kesehatan dengan membiasakan diri melakukan gaya hidup sehat sudah menjadi keharusan. ”Dengan begitu, kita bisa terhindar dari berbagai penyakit yang berbahaya,” kata Konsultan Klinik Pengobatan Tramedica Ratu Givana, Winda Anugrah, kepada BKM di tempat praktiknya Jalan Topaz Raya 2 Blok F No 50 Panakkukang Makassar, akhir pekan lalu.
Menurut statistik, ungkap Winda, kanker paru-paru adalah salah satu kanker yang paling umum di seluruh dunia. Tingkat kematiannya cukup tinggi. Di seluruh dunia setiap 30 detik seseorang meninggal karena kanker paru-paru. Terdapat 1,2 juta kasus baru setiap tahun. Pada tahun 2010, di Indonesia jumlah perokok laki-laki dewasa mencapai 66 persen dari jumlah keseluruhan.
Di samping itu, mereka mengisap lebih dari 9,7 juta batang rokok. Ini adalah permasalahan di Indonesia yang disebabkan tembakau yang berdampak pada tumbuhnya sel kanker paru-paru. Sekitar 6.000 orang bukan perokok didiagnosis kanker paru setiap tahunnya. Sebagian besar adalah kaum wanita dan wanita Asia berisiko paling tinggi.
Meski kemungkinan seorang bukan perokok untuk terkena kanker paru lebih kecil dibanding perokok. Tetapi di Inggris menunjukkan, sekitar 41.500 kasus baru kanker payudara ditemukan setiap tahunnya. Sekitar 14 persen atau 6.000 kasus tidak terkait dengan kebiasaan merokok.
Kebanyakan pasien kanker paru yang bukan perokok adalah kaum wanita.
”Secara anekdoktal, kami melihat makin banyak pasien wanita yang tak pernah merokok tapi terdiagnosis kanker paru, dibandingkan 10 tahun lalu.
Apa yang menyebabkan kondisi tersebut belum sepenuhnya diketahui. Tetapi para ilmuwan menduga ada kaitannya dengan faktor genetik yang dikombinasikan dengan paparan zat-zat pemicu kanker, misalnya asbestos, gas radon, bahan pelarut, asap buangan mesin diesel, hingga asap rokok orang lain.
”Anda tak bisa menyepelekan gangguan pada paru-paru tersebut. Karena bisa saja hal tersebut adalah tanda penyakit kanker paru-paru,” katanya.
Pemeriksaan standar seperti rontgen paru pun terkadang tak mampu menemukan sel-sel kanker. Rontgen paru punya kelemahan karena dua dimensi. Sehingga ada area tertentu, misalnya di belakang jantung, yang tak terlihat. Meski begitu pemeriksaan pendukung dengan CT-scan biasanya cukup membantu. Karena itu sebaiknya lakukan pemeriksaan jika batuk tidak sembuh lebih dari tiga minggu atau ada penurunan berat badan tanpa sebab.
”Jika hasil CT Scan sudah ada, pasien yang akan berobat hendaknya segera membawa ke Klinik Tramedica Ratu Givana untuk dilakukan pemeriksaan. Karena hasil CS Scan atau rekam medis tersebut memudahkan kami untuk menentukan racikan ramuan herbal yang akan kami berikan kepada pasien. Kami juga perlu mengetahui mengenai keluhan-keluhan yang dirasakan serta riwayat penyakit sebelumnya yang diderita pasien, harus kami ketahui. Jadi memang harus detail. Soalnya, pemberian racikan antara pasien A dan B tentu berbeda. Klinik Tramedica Ratu Givana sudah mempunyai formulasi ekstrak herbal terstandar internasional yang mampu menghancurkan dan mematikan sel kanker yang aktif dalam tubuh dan memang sudah terbukti khasiatnya,” jelas Winda. (mir)
Penderita Kanker Paru-paru Terus Bertambah

IST Winda Anugrah