MALILI, BKM — Peristiwa tragis nan memilukan ini terjadi di jalan trans Sulawesi, tepatnya di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Seorang ibu yang tengah menggendong bayinya menjadi korban tabrak lari.
Kecelakaan lalulintas (lakalantas) ini terjadi, Senin (20/6) sekitar pukul 05.00 Wita. Ketika itu, seorang ibu bernama Santi (38) sedang berdiri di pinggir jalan menggendong bayinya bernama Rafa, yang baru berusia sembilan bulan.
Tiba-tiba saja, sebuah mobil meluncur dengan kecepatan tinggi datang dari arah timur ke barat. Entah apa penyebabnya, mobil dan pengendara yang belum diketahui identitasnya itu langsung menabrak kedua korban.
Akibatnya, Rafa yang berada di gendongan ibunya meninggal dunia setelah mengalami luka pada bagian kepala. Sedangkan Santi menderita luka serius dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polres Luwu Timur, AKP Nazaruddin membenarkan adanya peristiwa ini. ”Kejadiannya di jalan poros Ussu-Malili. Mobil dan pengendaranya sampai saat ini belum diketahui identitasnya. Ia melarikan diri setelah kejadian,” ungkap Nazar.
Nazar menambahkan, korban Santi masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami luka robek pada bibir kanan, luka lecet di wajah, gigi atas patah, dan jari kelingking sebelah kanan patah.
“Korban M Rafa meninggal dunia dengan luka pada rahang sebelah kanan dan luka pada kepala bagian belakang. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Malili, namun tidak dapat tertolong lagi,” terang Kasat Lantas.
Saat ini, tambah Nazar, pelaku tabrak lari masih dalam pengejaran polisi.
Hingga kemarin, korban Santi belum bisa ditemui. Ia masih berada dalam ruang operasi. Sementara suaminya, Ivan W Wuwun tengah dalam perjalanan dari Manado menuju Malili.
Salah seorang keluarga korban, Wahyu yang ditemui di rumah duka, kemarin menuturkan, Ivan langsung dikabari tentang kejadian yang menimpa anak dan istrinya.
”Dia (Ivan) langsung kaget dan syok. Karena dia tinggalkan istrinya ketika tengah hamil sembilan bulan. Waktu itu dia mendapat panggilan kerja. Jadi dia belum pernah melihat anaknya sejak lahir hingga meninggal,” terang Wahyu.
Sementara Santi belum mengetahui kalau bayi yang digendongnya di subuh itu, kini telah pergi untuk selama-lamanya. Pihak keluarga mengaku tidak tega menyampaikan kabar duka ini kepada Santi.
”Waktu ditelepon, bapaknya meminta agar anaknya jangan dikebumikan dulu. Mungkin hari Selasa (hari ini, 21/6) baru dikuburkan,” ungkap Wahyu.
Wahyu menambahkan, dari pernikahan Wahyu dan Santi, mereka dikarunia tiga buah hati. M Rafa memiliki dua kakak kandung, yakni Rifo dan Rifki. ”Rifki ikut dengan bapaknya di Manado, sementara Rifo tinggal dengan ibunya,” terangnya lagi.
Menurut saksi, kata Wahyu, kendaraan yang menabrak Santi dan anaknya merupakan mobil pick up berwarna hitam, dan langsung mengarah Kecamatan Wotu sesaat setelah kejadian.
“Dari pengakuan saksi, mobil pick up warna hitam. Waktu kejadian itu, ada mobil Avanza hitam yang berhenti di depan rumah. Saya kira itu pelakunya, ternyata bukan. Saya kemudian minta tolong ke dia untuk mengantar korban ke puskesmas,” jelas Wahyu. (alp/rus/b)
Tabrak Lari, Bayi yang Digedong Ibunya Tewas
