MAKASSAR, BKM — Sejak mulai awal Ramadan hingga sekarang, penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami penurunan dikisaran 5 sampai 10 persen. Penurunan ini akan terjadi sampai minggu ketiga Ramadan. Penjualan baru mulai normal memasuki H-7 lebaran Idul Fitri. Bahkan, seperti bulan Ramadan tahun-tahun sebelumnya, pada beberapa hari jelang lebaran Idul Fitri penjualan malah akan mengalami peningkatan sekitar 35 sampai 50 persen dari penjualan normal.
”Pada saat ini, penjualan normal kami di SPBU Sudiang per hari untuk premium mencapai 30 ton, solar 6 ton, serta Pertamax dan Pertalite berkisar 1 sampai 2 ton,” ujar HM Nur Irianto, owner SPBU Sudiang dan SPBU Segeri Pangkep di sela-sela acara buka puasa bersama di areal d’bolana sport, Minggu (19/6).
Acara buka puasa ini dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari keluarga besar kedua SPBU, d’bolana sport, anak panti asuhan, dan masyarakat yang bermukim di sekitar SPBU. Usai buka puasa bersama dilanjutkan salat maghrib berjamaah dan penyerahan dana tali asih. Tampil memberikan tausiyah Ustad Raja Patong. Kegiatan buka bersama ini, menurut Anto, begitu Nur Irianto akrab disapa, dimaksudkan untuk makin mempererat tali silaturahmi antara karyawan dengan masyarakat sekitar SPBU.
”Pada acara buka puasa ini, kami mengundang sebanyak 200 orang anak yatim piatu dari beberapa panti asuhan. ”Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, tali silaturahmi antara masyarakat dengan karyawan dan keluarga besar SPBU dapat lebih erat lagi. Semoga kegiatan buka puasa bersama yang kita lakukan ini mendapatkan berkah dari Allah SWT,” tutur Anto seraya menambahkan, pada salat Idul Fitri, 6 Juli 2016 di d’bolana sport nanti, pihaknya akan menghadirkan ustad ‘Jamaah’ Nur Maulana.
Sementara itu, Ustad Raja Patong dalam tausiyahnya mengajak kepada seluruh undangan untuk senantiasa menjaga puasanya. Karena banyak orang yang berpuasa tapi tidak bisa menjaga diri dari hal-hal yang bisa membatalkan puasanya. (mir)