MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengaku segera memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Makassar, Ismunandar untuk memperjelas kebijakan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB-) 2016 melalui jalur kemitraan.
Menurut pria yang akrab disapa Danny, pelaksanaan PPDB 2016 harus jelas dan transparansi khususnya untuk jalur kemitraan.
Selain untuk menghindari aksi para calo PPDB 2016, juga dapat lebih tepat sasaran untuk siswa yang ingin masuk ke sekolah tersebut.
“Jalur kemitraan itu hanya diperuntukkan bagi anak guru dan anak miskin yang memang dianggap perlu untuk memanfaatkan jalur tersebut,” tegas Danny di ruangannya, Selasa (21/6).
Danny juga mengaku tidak menyetujui ketika ada calo yang memanfaatkan jalur kemitraan dengan memasukkan siswa yang dinilai kurang tepat mendapatkan jalur kemitraan tersebut. Apalagi, jika itu anak seorang pejabat dan pengusaha.
“Saya tidak setuju kalau ada yang bayar menggunakan jasa calo. Apalagi anak pejabat atau anak pengusaha melalui jalur kemitraan. Untuk jalur kemitraan saya akan perjelas dan segera memanggil Kadis Dikbud Makassar untuk membicarakan hal ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Makassar, Ismunandar mengatakan, dia siap duduk bersama Wali Kota Makassar untuk membahas dan memperjelas PPDB 2016 jalur kemitraan.
Menurutnya, banyak pihak yang belum memahami secara pasti jalur kemitraan untuk PPDB 2016. Padahal sudah jelas, mitra pendidikan yang dapat memanfaatkan jalur kemitraan diantaranya yaitu anak guru atau kepsek.
“Sementara untuk wartawan sendiri yang bermitra dengan sekolah boleh boleh saja memanfaatkan jalur ini. Asalkan benar anak kandung dan mendapat rekomendasi dari pimpinan redaksi yang juga paling penting adalah media yang aktif,” ujarnya.
Dia menambahkan, untuk memastikan tidak adanya kecurangan baik yang dilakukan pihak sekolah maupun calo, Disdikbud Makassar akan memeriksa laporan verivikasi data di hari terakhir pendaftaran tepatnya 23 Juni mendatang.
“Untuk mencegah adanya kecurangan, di hari terakhir pendaftaran saya akan memeriksa semua Kepsek yang ada. Termasuk akan menindak tegas oknum Kepsek yang nakal dan bermain dengan calo,” tutupnya.
Terpisah, Kepala SMA Negeri 17 Makassar, Syamsuddin, menegaskan, jalur bina kemitraan dalam proses penerimaan siswa baru tidak diperuntukkan bagi anak pejabat. Jalur ini justru digunakan khusus untuk mitra sekolah.
“Tidak ada jalur khusus anak pejabat. Selain itu jalur bina kemitraan juga tetap diseleksi karena kuotanya terbatas,” kata Syamsuddin, kemarin.
Tahun ini SMA Negeri 17 Makassar akan menerima 324 siswa untuk sembilan kelas. Khusus untuk jalur bina kemitraan, kuotanya hanya 30 orang.
Begitu juga soal sumbangan orang tua. Menurut dia, sumbangan tidak memengaruhi kelulusan dalam selksi penerimaan siswa baru. Justru selama PSB berlangsung, tidak dibolehkan ada sumbangan.
Selain jalur bina kemitraan, PSB tahun ini juga membuka penerimaan lewat jalur domisili, jalur prasejahtera, jalur reguler, dan luar daerah.(arf/war)