Site icon Berita Kota Makassar

Kadangkala Mendapati Penyewa Rental Yang Cerewet

SEMINGGU menjelang Idul Fitri, biasanya warga Kota Makassar mulai sibuk mengurus keperluan mudik lebaran di kampung halamannya.

Begitupun dengan urusan transportasi, warga Makassar kadang tidak ingin repot mengantri tiket di terminal dan lebih memilih mobil rental yang satu paket dengan sopirnya untuk membawanya ke daerah tujuan.
Jenis mobil dan kisaran harga mobil sewaan sekarang makin beragam. Dari paket-paket sampai armada mobil mewah seperti Alphard dan Camry.
Yang pasti, pemilik dan sopir rental mendapatkan berkah tersendiri di bulan penuh berkah tersebut.
Seperti halnya yang dirasakan, Syarifuddin, sopir mobil rental yang seringkali mangkal di Jalan Slamet Ryadi persisi di samping Kantor Balai Kota Makassar.
Pria kelahiran 28 Agustus 1975 ini mengaku, bekerja sebagai sopir mobil rental penuh suka dan duka.
Selain berpotensi mendapat resiko tinggi seperti kehilangan mobil, menjadi sopir rental juga diperlukan kesabaran. Sebab banyaknya jasa rental mobil khususnya yang mangkal di samping kantor Balai Kota Makssar membuat dia harus lebih aktif mencari penumpang.
Belum lagi, kadang dijumpai penyewa mobil rental yang cerewet bahkan seringkali marah-marah ke sopir.”Kadangkala kita jumpai penyewa mobil rental yang seringkali marah-marah jika tidak dibawa ke tempat makan atau minum di suatu daerah. Padahal, sopir kadang lupa kalau ada keinginan para penyewa. Belum lagi, jika penyewa tidur dan lokasi yang dituju sudah lewat, mereka juga kadang marah ke sopir dengan alasan tidak membangunkannya,” ujar Syarifuddin.
Dia juga mengaku, menjelang Idul Fitri atau empat hari sebelum lebaran biasanya penyewa mobil rental mulai ramai mencari mobil. Berbeda kondisi saat ini, penyewa masih terlihat sepi.
“Beberapa minggu belakangan ini sepi, dan setiap tahun seperti ini mulai awal Ramadan sampai pertengahan Ramadan. Dua minggu terakhir ini saya hitung pendapatanku hanya sekitar Rp200 ribu setiap hari dan itu saya terima bersih diluar bensin. Penyewa baru bejubel menjelang H-4 lebaran sampai beberapa minggu setelah lebaran pendapatan sudah meningkat,” katanya.
Ditanya soal tarif jasa mobil rental, pria bertubuh tambung ini mengatakan, jasa rental mobil bersama sopirnya dikenakan di dalam kota sebesar Rp500 ribu. Sedangkan untuk di luar kota tarifnya relatif seperti di Toraja dia mengenakan tarif sebesar Rp800 ribu perhari yang dimana sudah terhitung bensin.
“Tarifnya itu relatif, kalau di daerah seperti Toraja saya patokan harga Rp800 ribu per hari dan sudah masuk bensin. Tergantung jaraknya. Sedangkan kalau di Makassar tarifnya itu Rp500 ribu perhari,” ucapnya.
Meski terbilang cukup tinggi, pendapatan yang diperoleh ternyata juga dibagi sebesar 60 persen ke pemilik mobil. Para pemilik mobil, ujar Syarifuddin, sudah mengetahui tarif yang diberikan sopir kepada penyewa jasa karena sebelumnya mereka telah membicarakan hal tersebut.
“Saya tidak bisa bermain harga dengan pemilik mobil apalagi kalau kita mau ke daerah. Karena sebelum saya berangkat ke daerah, saya melapor ke pemilik mobil tujuan daerah saya. Untuk harga, saya dan pemilik mobil sudah saling tahu. Jadi tidak bisa saya bermain setoran sama pemilik mobil,” ujarnya.(arf/war)

Exit mobile version