MAKASSAR, BKM — Seorang tersangka begal, Indra alias Cenda menyerahkan diri ke Polsek Makassar, Rabu (22/6) pukul 22.00 Wita. Ia melakukan itu karena takut ditembak, menyusul instruksi dari Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo untuk bertindak tegas terhadap pelaku kriminal jalanan.
Indra merupakan pelaku pembegalan terhadap korban bernama Jimmy Sutiadi, warga Jalan Masjid Jabal Nur nomor 5 Makassar. Ia menyerahkan diri ke polisi setelah dibujuk oleh orangtuanya, yang khawatir dan cemas anaknya jadi sasaran tembak polisi. Proses penyerahan diri tersangka dilakukan setelah ia melaksanakan salat tarawih.
Dalam melakukan aksinya, Indra bersama rekan-rekannya terbilang sadis. Bahkan salah seorang korbannya mengalami luka pada bagian tangan yang nyaris putus. Usai beraksi, pelaku langsung melarikan diri dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polsek Panakkukang.
Saat itu Indra membegal korban tak jauh dari rumahnya di wilayah hukum Polsek Makassar. Tiga rekan Indra telah lebih duluan diamankan.
Armando Arham mendekam di sel Mapolsek Makassar dan proses hukumnya memasuki tahap pelimpahan berkas. Sementara Andi Hery ditahan di Mapolsek Panakkukang, serta Ilham Reynaldi mendekam di Mapolsek Makassar.
Kapolsek Makassar, Kompol Sudaryanto yang dikonfirmasi, membenarkan adanya salah seorang DPO kasus begal yang menyerahkan diri. ”Tersangka Cenda menyerahkan diri dengan diantar oleh orangtuanya. Sebelumnya, orangtuanya membujuk dia lalu kemudian mengantar anaknya untuk menyerahkan diri,” jelas Sudaryanto.
Di tempat terpisah, menindaklanjuti instruksi Gubernur terkait pemberantasan begal, tim Operasi Lipu 2016 Polda Sulsel intens menggelar operasi. Hasilnya, dalam waktu yang hampir bersamaan berhasil dibekuk dua pemuda yang kerap melakukan aksi begal.
Yang pertama ditangkap adalah Wahyu (20). Ia diciduk saat berada di Jalan Sukaria, Selasa (21/6) pukul 21.30 Wita.
Penangkapan terhadap Wahyu dilakukan polisi setelah menerima informasi dari warga, yang menyebutkan pelaku pencurian d wilayah Polsek Panakkukang itu tengah berada di Jalan Sukaria. Benar saja, saat polisi bergerak, Wahyu ada di lokasi tersebut. Diapun ditangkap tanpa melakukan perlawanan berarti. Selanjutnya digiring ke Pos Resmob Jalan Hertasning untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dihadapan polisi, Wahyu mengaku dirinya kerap melakukan aksi begal di wilayah Panakkukang. Dalam beraksi, ia tak sendiri. Melainkan ditemani oleh rekannya, yang disebutnya bernama Izul Muslimin.
Wahyu juga membeber lima lokasi yang pernah ditempatinya beraksi. Masing-masing di Jalan Abdullah Daeng Sirua Lorong 7, Jalan Penjernihan, Jalan Inspeksi Kanal Racing Center dan Jalan Sukaria 13.
”Ada lima lokasiji, Pak saya pernah melakukan begal. Itupun sasarannya cuma HP dan barang elektronik lainnya,” akunya.
Pemuda yang berprofesi sebagai juru parkir (jukir) di depan Masjid Baiturahman ini, usai diinterogasi langsung dibawa untuk pengembangan. Ia diminta menunjukkan lokasi persembunyian rekannya, Izul Muslimin.
Tidak lama berselang, sekitar pukul 23.00 Wita, Izul Muslimin berhasil diringkus di rumahnya Jalan Sukamaju Raya, Kecamatan Panakkukang. Keduanya kemudian digelandang ke Pos Resmob Polda Sulsel di Jalan Hertasning untuk diperiksa.
Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Muchammad Yunus Saputra mengatakan, kedua pelaku begal itu berhasil diamankan berdasarkan informasi warga.
“Kita sementara melakukan mobile malam. Kemudian kita mendapat informasi dari warga, seorang pemuda bernama Wahyu yang diketahui sebagai pelaku begal, tengah berada di Jalan Sukaria. Tim 3 Gabungan Operasi Lipu 2016 langsung ke lokasi. Akhirnya pelaku berhasil diringkus di rumahnya. Saat pengembangan, kami juga menangkap seorang rekan Wahyu bernama Izul Muslimin,” terang Muchammad Yunus Saputra, kemarin.
Usai pemeriksaan, Wahyu dan Izul kemudian dibawa untuk menunjukkan lokasi tempatnya melakukan aksi begal. Saat itu Wahyu berusaha kabur dari tangan petugas.
Tak ingin tersangka lolos, polisi berusaha mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Namun hal itu diabaikan. Diapun terpaksa ditembak untuk melumpuhkannya. Dua peluru bersarang di paha kanan dan betis kiri Wahyu.
Polisi masih memeriksa secara intensif keduanya. Kuat dugaan, mereka memiliki komplotan yang masih beroperasi.
Setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara, Wahyu dan Izul kemudian diserahkan ke Polsek Panakkukang. (ish/rus)
Takut Ditembak, Begal Menyerah Usai Salat Tarawih
