Site icon Berita Kota Makassar

Pembangunan Gedung Kesenian di Rangas Dilanjutkan

MAMUJU, BKM — Proses pembangunan gedung kesenian Provinsi Sulbar yang ada di wilayah jalan pelabuhan feri di Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, akhirnya mandek dan terbengkalai. Gedung kesenian ini dibangun sejak tahun 2008 dengan anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari dana APBD Provinsi Sulbar.
Akibat dibengkalaikan, seperti hasil pemantauan wartawan BKM pada bangunan gedung kesenian yang belum rampung itu akhirnya sudah banyak yang mengalami kerusakan pada dinding dan pondasinya. Juga, ruangan pada bangunan yang belum rampung itu telah ditumbuhi pohon yang rindang. Sehingga bangunan ini tidak lagi kelihatan.
Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin, saat dikonfirmasi BKM di ruang kerjanya, Selasa (21/6), mengatakan, bangunan gedung kesenian yang telah ditangani pada saat dirinya menjabat kepala dinas pemuda olahraga, telah diprogramkan untuk pembangunan gedung kesenian dengan anggaran secara bertahap.
”Pada tahap pertama anggaranya sebesar Rp1,1 miliar rupiah dan tahap kedua sebesar Rp400 juta. Dalam proses penyelesaian terhadap perampungan pada pembangunan gedung kesenian yang ada di wilayah pelabuhan feri Mamuju ini, memang sampai disitu anggarannya. Dan tidak berlanjut pada saat itu, sehingga bangunan tidak rampung,,” Ismail, mantan kepala dinas pemuda dan olahraga Sulbar yang kini menjabat Seprov Sulbar.
Menurutnya, ketika itu pihaknya sudah memprogramkan untuk kelanjutan terhadap anggaran pembangunan untuk perampungan gedung kesenian itu. Namun dirinya dimutasi ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya. Sehingga ia tidak mengetahui lagi kelanjutan dari program pembangunan gedung kesenian itu.
Ditegaskan, menyoal gedung kesenian yang kini mandek pembangunannya, tidak boleh lagi diwacanakan untuk dialihfungsikan terhadap proses peruntukannya. Karena dalam desain dan nomenklatur terhadap bangunan gedung kesenian ini memang didesain dan diperuntukkan gedung kesenian.
Ia pun berjanji tetap akan mendorong penyelesaian pada pembangunan gedung kesenian ini. Pihaknya akan mendorong pada mata anggaran APBD tahun anggaran 2017 sebesar Rp2 miliar. Dijelaskan, terkait adanya pertemuan antara dinas pemuda dan olahraga dan pariwisata Sulbar serta pihak kebudayaan dari dinas pendidikan nasional Sulbar, tidak ada masalah soal wacana itu.
”Kalau dialihfungsikan, tentu akan bertentangan pada desain bangunan awal dan akhirnya jadi masalah pada nama bangunan tersebut. Soalnya, pada desain bangunan awal adalah gedung kesenian dan proses pembangunannya tetap dilanjutkan dengan nama mata anggaran gedung kesenian. Bukan gedung pelatihan olahraga,” paparnya. (ala/mir/c)

Exit mobile version