Site icon Berita Kota Makassar

Militan Filiphina Bebaskan Dua ABK Warga Takalar

TAKALAR, BKM — Dua warga Negara Indonesia asal Kecamatan Mangngarabombang, Kabupaten Takalar masing-masing Sofyan dari Desa Bontomanai dan Syahril warga Desa Cikoang dikabarkan telah bebas dari drama penyanderaan yang diduga dilakukan kelompol militan di Filiphina.
Kabar bebasnya kedua warga Takalar itu datang dari keluarga korban. Sri Dewi, istri dari Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Tunda Charles milik PT Rusianto Bersaudara, Sofyan kepada media saat ditemui di kediamnnya mengaku, dirinya masih sempat berkomunikasi dengan suaminya lewat media sosial dan mengabarkan kondisi dirinya yang tetap sehat walafiat.
“Saya mendapat informasi dari teman pelayaran suami saya. Katanya suami saya sudah bebas,” ungkap Sri Dewi didampingi keluarga, Sabtu (25/6).
Sebelumnya Sri mengaku, sebelum kabar penculikan tersebut menyebar ke pemberitaan media massa, dirinya masih sempat berkomunikasi dan suaminya saat itu menyampaikan kondisinya dalam sehat walafiat. Namun setelah pemberitaan penyandraan, Sri mengaku sudah kehilangan kontak dengan suaminya.
Hal yang sama dikemukakan istri Sarina, istri Syahril yang ditemui di Desa Cikoang, Kecamatan Mangngarabimbang.
“Ada kabar bahwa suami saya sudah bebas. Saya berharap suami saya segera pulang,” harap Sarina berurai air mata.
Menurut Sarina, dirinya terkahir berkomunikasi dengan suaminya sebelum puasa. Komunikasipun putus sejak adanya pemberitaan di media beberapa waktu lalu.
Dari informasi yang diperoleh, dari 13 ABK yang disandera 7 ABK lainnya dikabarkan masih disandera, sementara enam orang lainnya dibebaskan dan saat ini sudah dalam perjalanan menuju Kota Tarakan, Kalimantan Utara. (ari/ril)

Exit mobile version