MAKASSAR, BKM– Jelang lebaran Idul Fitri, sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) sibuk menjajakan jualannya ke warga di dalam lorong.
UKM tersebut rata-rata berusaha di bidang fashion, seperti pakaian dan kuliner, sehingga belum bisa menempati kios dan lapak yang disiapkan pengelola Pasar Segar.
Meski begitu, masih ada juga pelaku UKM yang tetap membuka dagangannya di Pasar Segar seperti menjual mukenah, jilbab dan alat salat.
Manajer Pasar Segar, Zulkarnain kepada BKM mengatakan, Pasar Segar tetap membuka diri ke pelaku UKM untuk menempati kios dan lapak usai lebaran.
“Kami maklumi kesibukan pelaku UKM saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Kami prediksi pelaku UKM akan memenuhi Pasar Segar usai lebaran,” tegas Zulkarnain.
Diketahui, sejumlah warga mulai mengelilingi lantai I dan II untuk melihat apa-apa saja yang di jual Pasar Segar tersebut.
Seperti halnya, Hidayat warga Tidung VII Makassar yang ditemui BKM. Menurutnya, ia sengaja datang ke Pasar Segar untuk melihat-lihat apa saja yang dijajakan di dalam pasar, khususnya pakaian dan kuliner yang disiapkan untuk lebaran.
“Saya sudah mengelilingi sejumlah mal dan pusat pertokoan untuk melihat-lihat pakaian untuk istri dan anak saya. Mudah-mudahan di Pasar Segar saya dapat yang murah,” katanya.
Dia juga mengaku mendapatkan informasi kalau di Pasar Segar juga menyiapkan kerajinan tangan dan kuliner yang berada di lantai II.”Ini mi saya datang untuk melihat seperti apa saja yang dijajakan, siapa tahu ada kue dan minuman yang bisa dipersiapkan untuk lebaran,” jelas Hidayat.
Hanya saja, pria bertumbuh tambung ini mengaku, di lantai II belum terlihat ramai dan masih banyak kios dan lapak yang belum terisi dan tertutup.”Saya berharap Pasar Segar bisa bersaing dengan pusat pertokoan lainnya di Pengayoman. Termasuk seharusnya Pasar Segar menjadi ikon Kota Makassar untuk penjualan suvenir khas Bugis Makassar,” harapnya.
Terpisah, Pemerintah Kota Makassar masih fokus pada permintaan ke pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang berada di lorong untuk segera bisa mengisi lapak dan kios yang sudah disiapkan di Pasar Segar.
Hal tersebut dilakukan sambil menunggu kesiapan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk melaunching langsung Program Pasar UKM tersebut.
Hal tersebut dikatakan Kepala Diskop dan UKM Kota Makassar, Nadjam Emma kepada BKM, akhir pekan lalu.
Nadjma menambahkan, Diskop telah memasukkan para pelaku UKM untuk mengisi kios dan lapak yang ada.
“Saya belum bisa sebut kapan waktu launching Pasar UKM, apakah sebelum lebaran atau sesudahnya. Karena saya masih perlu membicarakan bersama Wali Kota Makassar untuk waktu yang tepat,” ucapnya.
Mantan Kepala Badan Diklat Kota Makassar ini-pun mengaku, launcing memang perlu dilakukan sebagai langkah atau start awal bagi pelaku UKM untuk mulai beraktifitas
“Kegiatan ini sangat baik, maka dari itu dalam waktu dekat saya akan bicarakan ke bapak wali kota untuk menentukan hari launching,” katanya.(arf/war)