Site icon Berita Kota Makassar

Danny Imbau Warga Hati-hati Kebakaran

MAKASSAR, BKM–Jelang Lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah, sebagian masyarakat khususnya masyarakat muslim di Kota Makassar yang berada di perkotaan memilih untuk kembali ke kampungnya masing-masing atau mudik.

Apalagi lebaran tahun ini bertepatan dengan liburan anak sekolah yang sangat panjang.
Hanya saja, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto meminta agar warga yang hendak mudik lebaran di kampung halamannya bisa memeriksa seluruh rumah sebelum ditinggalkan. Karena dikhawatirkan, kompor belum dimatikan termasuk penggunaan listrik belum dimatikan.
“Melewati momen Lebaran bersama keluarga memang menjadi sesuatu yang sangat penting, tetapi yang juga penting warga harus memperhatikan dan memeriksa kompor dan penggunaan listrik sebelum meninggalkan rumah,” tegas Danny sapaan akrab wali kota usai sahur bersama warga korban kebakaran di Pannampu, Selasa (28/6).
Danny menambahkan, kebakaran rumah yang terjadi saat mudik lebaran, karena dipicu akibat kurang hati-hati dan waspada saat meninggalkan rumah.
“Saya imbau masyarakat untuk tidak membuat kelalaian yang dapat menimbulkan musibah bagi diri sendiri seperti halnya dengan meninggalkan kompor dalam kondisi menyala,” imbaunya.
Terkait permintaan bantuan dari korban kebakaran di Pannampu, wali kota berlatar belakang arsitek ini mengaku, Pemkot Makassar pasti memberikan memberikan bantuan dan langsung disalurkan ke warga korban kebakaran. Bantuan tersebut, jelas Danny berupa material bahan bangunan, agar rumah yang habis terbakar bisa dibangun kembali.
“Pasti pemerintah kota membantu warganya yang mengalami kesulitan. Untuk korban kebakaran sendiri saya rasa BPBD yang memiliki wewenang untuk menyalurkan bantuan khususnya berupa material yang dibutuhkan warga. Dan itu pasti kita berikan,” ucap Danny.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir menngatakan, pihaknya telah memberikan bantuan ke korban kebakaran di Pasar Pannampu, Kecamatan Tallo dengan menyediakan dapur umum serta memberikan tikar dan terpal tenda.”Kami sudah salurkan bantuan berupa tenda dan tikar, termasuk dapur umum, agar warga bisa beraktifitas memasak untuk makanan berbuka dan sahur,” kata Mukhtar Tahir.
Diketahui, warga korban kebakaran sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK), sangat membutuhkan bantuan materil bangunan.
Seperti halnya yang dikatakan oleh Gassing, salah seorang warga yang menjadi korban kebakaran. Menurutnya, dia bersama korban lainnya sampai saat ini belum mendapat bantuan dari pemerintah berupa bahan bangunan berupa kayu balok, semen ataupun seng.
“Kita ini belum mendapat bantuan material dari Pemerintah Kota, padahal kita sudah dijanji. Kalau untuk dapur umum, tenda ataupun terpal kita sudah diberikan. Tapi kalau material itu belum,” katanya.
Dia berharap, Pemkot Makassar segera memberikan bantuan.”Kita sangat harapkan adanya bantuan dari pemerintah sesuai janjinya kepada kami,” singkat Gassing di lokasi tempat kebakaran.(arf/war)

Exit mobile version