Site icon Berita Kota Makassar

Dinkes Belum Temukan Vaksin Palsu

MAKASSAR, BKM — Saat ini beredar vaksin palsu yang diperjualbelikan sejak tahun 2003 dan ditemukan tersebar di hampir seluruh Indonesia.
Informasi terakhir, vaksin palsu tersebut ditemukan beredar di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Rachmat Latief mengaku belum menerima laporan terkait adanya vaksin palsu ditemukan di daerah ini. Namun, dia sudah meminta setiap kepala dinas di kabupaten/kota untuk pro aktif menanggapi isu tersebut.
Rachmat menjelaskan di Sulsel, vaksin yang digunakan berasal dari Kementerian Kesehatan yang keasliannya bisa dipertanggungjawabkan.
Dia menegaskan, tidak mungkin Kementerian Kesehatan membeli vaksin palsu.
“Kalau rumah sakit pemerintah, saya jamin tidak ada karena langsung dari Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.
Namun, dia belum memastikan apakah vaksin palsu yang saat ini sedang marak ikut beredar di rumah sakit swasta. Pasalnya, pengawasannya berbeda.
Dia menambahkan, jika ada ditemukan di rumah sakit swasta beredar, berarti ada oknum yang memperjualbelikan tanpa melalui Kementerian Kesehatan.
Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan semua stakeholder terkait untuk terus memantau persoalan ini.
Terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto juga memerintahkan Dinas Kesehatan Kota Makassar untuk segera melakukan pengecekan ke seluruh rumah sakit yang ada di Makassar juga memeriksa stock penyediaan vaksin yang ada, termasuk pengecek keberadaan vaksin palsu.
“Jangan main main dengan vaksin, bagaimana kalau ada orang mati gara-gara vaksin palsu. Jadi kalau ada oknum yang berani memalsukan vaksin, maka harus segera di tindak tegas secara hukum,” ujar Danny sapaan akrab wali kota di Rujab Wali Kota Makassar, Selasa (28/6).
Danny menambahkan, Dinkes Kota Makassar seharusnya membuat standarnisasi untuk rumah sakit yang ada di Makassar untuk meminimalisir adanya pemalsuan vaksin di dalam rumah sakit.(rhm-arf/war)

Exit mobile version