Site icon Berita Kota Makassar

Pemandi Jenazah Serbu Balai Kota

MAKASSAR, BKM — Suasana di kantor Balaikota Makassar yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Rabu (29/6) siang tiba-tiba ramai diserbu ribuan masyarakat.
Sedikitnya 4.650 orang, yang terdiri dari 1.300 imam rawatib, 3.500 guru mengaji dan 850 pemandi jenazah datang untuk menerima dana santunan yang diberikan Pemerintah Kota Makassar.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Makassar, Kamaruddin Munde mengatakan, pemberian dana santunan merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh pemkot. Tahun ini, dana yang disediakan pemkot meningkat dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak Rp5 miliar. Sementara tahun 2015 yang hanya Rp4 miliar.
Selain itu, penerima santunan juga terdata meningkat. Tahun lalu tercatat sekitar 4 ribu orang, sementara tahun ini mencapai 4.650 orang. “Untuk imam dan guru mengaji mendapat Rp1 juta, sedangkan pemandi jenazah Rp1,8 juta per orang,” jelas Kamaruddin Munde.
Pemberian santunan ini bertepatan dengan program Gerakan Makassar Berzakat, yang ditandai dengan penyerahan zakat, ibnfak dan sedekah oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto kepada Badan Amil Zakat (BAZ) nasional di Lapangan Karebosi, kemarin.
Dana infak dan sedekah yang diserahkan berasal dari pejabat lingkup Pemkot Makassar dengan melibatkan 54 kepala SKPD dan 14 camat. Termasuk walikota, wakil walikota dan sekretaris kota.
Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto menyampaikan, potensi zakat di Pemkot Makassar sangat besar. Jika dikelola dengan baik dapat berperan dalam mensejahterakan masyarakat.
Menurutnya, membayar zakat adalah kewajiban yang harus ditunaikan. Dengan zakat setiap muslim dapat membersihkan hartanya dari hak orang lain yang ada di dalamnya. Zakat juga bisa mempersempit jurang perbedaan antara masyarakat sejahtera, dan pra sejahtera.
Olehnya itu, Danny mengawali Gerakan Makassar Berzakat dari pemerintahannya. Ia menyerukan kepada seluruh jajaran pemerintahannya untuk membayarkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Baznas Kota Makassar.
Ketua BAZnas Kota Makassar, Anis Kama menyebut Wali Kota Danny adalah pejuang zakat yang mendorong jajarannya ke arah kebaikan dengan memberikan teladan yang baik. “Ini bukan kali pertama Pak Wali memperjuangkan zakat. Semoga gerakan yang diawali oleh pemerintah dapat diikuti oleh masyarakat,” ungkap Anis Kama. (arf/rus)

Exit mobile version