GOWA, BKM — Memasuki H-2 lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah, jajaran Polres Gowa melali tim Pam Opd Ramadniya 2016 intens melakukan pengawasan kegiatan arus pemudik lebaran. Arus mudik yang mulai terjadi sepekan sebelum lebaran ini, kini makin tinggi volumenya jelang 3 hingga 2 hari sebelum lebaran.
Ada sembilan pos pelayanan terpadu yang menjadi fokus pengawasan dan pengamanan pihak keamanan setempat.
“Kita berharap dengan adanya sembilan pos pelayanan dan pengamanan ini suasana arus mudik dapat teratasi. Mudah-mudahan ini dapat menekan jumlah tindak kejahatan di hari-hari akhir jelang lebaran. Kami juga mengimbau masyarakat dapat melaporkan kejadian-kejadian di sekitarnya ke pos-pos pelayanan dan pengamanan terdekat,” jelas Kasat Lantas Polres Gowa, AKP Amin Toha kepada BKM, akhir pekan kemarin.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Gowa mengatakan, arus kendaraan yang melintas mulai H-6 hingga H-2 rata-rata bergerak ke sejumlah kabupaten di Sulsel tujuan ke daerah selatan Gowa, yakni ke Sinjai termasuk Selayar akan meningkat drastis.
Menurutnya, jika pada hari-hari biasa tingkat kepadatan arus kendaraan yang melintas di poros Sungguminasa-Takalar berkisar 20 unit per menit maka mulai saat ini kepadatan arus kendaraan naik dua kali lipat hingga 40 – 50 unit per menit.
“Bahkan kita perkirakan puncaknya minggu dan senin sebelum lebaran bisa sampai 70 unit per menitnya,” kata Kadishunkomoinfo Gowa, Abd Kadir.
Untuk menghindari terjadinya kemacetan, pihaknya akan melakukan penertiban secara persuasif kepada seluruh pedagang kaki lima termasuk pemilik toko di sepanjang ruas jalan poros Sungguminasa-Takalar. Penertiban ini sejalan dengan surat edaran Bupati Gowa yang melarang adanya aktivitas pasar atau jual beli dengan menggunakan ruang manfaat jalan dan ruang milik jalan karena berpotensi memicu kemacetan. (sar-ril)
Antisipasi Macet Saat Mudik, PK5 Ditertibkan

BERDESAKAN- Ribuan calon penumpang berdesakan saat memasuki Pelabuhan Merak, Kamis (16/8) dini hari. Meskipun harus rela berdesakan, mudik menggunakan kapal roro banyak disukai karena biayanya lebih murah dibandingkan menggunakan moda transportasi lain. (Adeng Bustomi/Radar Banten)