Site icon Berita Kota Makassar

Tiga Balon Gubernur Salat Id di Karebosi

A Pakistani Muslim prays for tsunami victims during the Friday noon prayer at a mosque in Islamabad, 07 January 2005. Pakistani people observed "Yom-e-Dua or "Prayer Day" across the nation to pray for the victims of the tsunami disaster, which has claimed so far 165,000 lives after it devastated the Asian coastline on 26 December 2004. AFP PHOTO/Jewel SAMAD

MAKASSAR, BKM — Tiga bakal calon (balon) gubernur Sulsel akan melaksanakan salat Idul Fitri 1437 Hijriah di Lapangan Karebosi. Mereka adalah Agus Arifin Nu’mang (AAN), Andi Ridwan Wittiri (ARW) dan Abdul Rivai Ras (ARR).
Sementara HM Nurdin Abdullah saat ini tengah menunaikan ibadah umrah. Sedang Tanribali Lamo, dikonfirmasikan akan berlebaran di Jakarta. Ichsan Yasin Limpo salat id di kampung halamannya, Kabupaten Gowa.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo diagendakan juga berlebaran di Lapangan Karebosi bersama dengan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
Syahrul mengatakan, Danny dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Makassar, memintanya untuk melaksanakan ibadah salat Id di lapangan tersebut. Seperti tahun-tahun sebelumnya, usai melaksanakan salat Id, Syahrul langsung menggelar open house di rumah jabatannya.
Dia juga mengimbau agar masyarakat Sulsel, Kota Makassar khususnya, tidak berlebihan dalam menyambut Idul Fitri. Termasuk jangan bereforia berlebihan dan berbelanja melampaui batas kebutuhan agar tidak mubazir.
Apalagi kemungkinan besar hari raya Idul Fitri kali ini akan dilaksanakan bersamaan. Artinya, tidak ada perbedaan dalam penentuan 1 Syawal.
“Insya Allah Idul Fitrinya satu waktu, sehingga kita bisa nikmati bersamaan dengan penuh keberkahan dan penuh karunia,” lanjutnya.
Ia menambahkan, dirinya sudah mengecek proses pencairan gaji ke 14 dan semuanya berjalan dengan lancar. Sehingga semua diharapkan bisa berjalan dengan baik dan menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk.
Syahrul juga menyatakan terimakasihnya pada aparat keamanan, khususnya Kapolda karena telah menurunkan jajarannya dalam pengamanan, dan juga pada Pangdam VII/Wirabuana.
“Walau pengamanan TNI dan Polri ada, tapi tidak cukup tanpa adanya peran serta aktif masyarakat. Masyarakat harus hati-hati melihat gejala yang ada di sekitarnya. Jangan pakai tas yang bisa ditarik, karena itu cara begal untuk beraksi,” pungkasnya.
Sehari sebelumnya, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, menyatakan kemungkinan besar dirinya juga melaksanakan ibadah salat id di Lapangan Karebosi, dilanjutkan dengan open house di rumah jabatanya.
“Hari pertama silakan datang open house di rumah. Hari kedua biasanya bersama keluarga. Hari ketiga untuk ziarah kubur, karena biasanya keluarga ketemunya di rumah,” jelasnya.
Agus juga menghimbau agar pejabat yang memiliki mobil pribadi untuk mudik menggunakan mobil pribadi, meskipun gubernur tidak terlalu ketat dalam mengatur penggunaan kendaraan dinas untuk pejabat. Kalaupun nantinya mereka menggunakan kendaraan dinas, diharap agar bertanggung jawab atas kendaraannya.
“Yang penting bertanggung jawab. Pak Gubernur juga tidak terlalu ketat. Tapi kalau ada kendaraan pribadi kenapa harus pakai kendaraan dinas,” tegasnya. (rhm/rus)

Exit mobile version