Site icon Berita Kota Makassar

Andi Jamarro-Agus Berebut Dukungan PPP dan PKB

MAKASSAR, BKM — Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Dr Andi Jamarro A Dulung mulai terbuka soal keinginannya untuk bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang. Bahkan, mantan Ketua Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Ulama (NU) ini sudah melakukan persiapan untuk ikut berkompetisi di pesta demokrasi lima tahunan itu.
“Saat menjadi Ketua PB NU, usia saya baru 39 tahun. Tentu dengan usia saat ini 56 tahun sudah wajar jika saya menjadi calon gubernur,” ujar Andi Jamarro saat memberikan sambutan pada reuni dan halal bi halal Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Clarion Hotel Makassar, Minggu (10/7).
Andi Jamarro yang sebentar lagi dilantik sebagai anggota DPR RI dari PPP menggantikan almarhum Andi Muhammad Ghalib, juga memiliki kedekatan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebagai politisi pengusaha, Andi Jamarro dikenal sebagai sosok seorang aktifis di zamannya. Seperti PMII, Gerakan Pemuda Ansor hingga ormas NU.
Tak heran jika Andi Jamarro terus menjalin komunikasi dengan elit PPP. Termasuk DPW PKB Sulsel yang diketuai Azhar Arsyad.
Selain Andi Jamarro, kandidat yang mengincar PPP dan PKB yakni Agus Arifin Nu’mang, Nurdin Abdullah dan Burhanuddin Andi. Hanya saja, menurut Andi Jamarro, dari sekian banyak kandidat gubernur, hanya dirinya yang bisa mengucapkan kalimat sebagai ciri khas warga Nahdiyyin.
“Iya, dari sekian banyak kandidat hanya saya yang bisa mengucapkan kalimat Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamit tharik,” ujar Jamarro disambut tepuk tangan ratusan hadirin.
Reuni dan halal bi halal alumni PMII dihadiri mantan Wakil Menteri Agama, Prof Dr Nasaruddin Umar yang tampil membawakan hikma Halal bi halal, Prof Muktar Noer Jaya, Rektor UNM Makassar Prof Dr Husain Syam, mantan anggota MPR RI, M Syukur Sabang, komisioner KPU Sulsel Faisal Amir dan Mardiana Rusli, Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi, Kepala Kantor Kemenag Sulsel Abd Wahid, mantan Kepala Kantor Kemenag Gorontalo Kadir Ahmad, Dr Kamri Ahmad, Dr Ilyas Umar, Dr Nurfadilla Mappaselleng, Dr Zain Irwanto, Dr Firdaus Muhammad serta sejumlah politisi, diantaranya Nasran Mone dan Ansar Razak.
Pengamat politik dari UIN, Firdaus Muhammad menilai peluang alumni PMII untuk bertarung di Pilgub tetap terbuka. Apalagi kader NU di Sulsel cukup besar.
Hasil Pileg 2014 lalu, PPP mengontrol 7 kadernya di DPRD Sulsel, sementara PKB hanya 3 kursi. Untuk maju di Pilgub, pasangan calon harus mendapatkan dukungan 17 dari 85 kursi yang ada. (rif)

Exit mobile version