MAKASSAR, BKM — Setelah kabur selama hampir sepekan, dua orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan seorang wanita bernama Annisa Nurlaila (16), akhirnya diringkus. Mereka adalah Hr alias Opn (23), warga Jalan Veteran Selatan, dan Al alias Andi (22).
Keduanya ditangkap Tim Khusus Polda Sulsel bersama Resmob Polrestabes Makassar, Sabtu (9/7) pukul 05.30 Wita di Jalan Mangerangi, Kecamatan Tamalate. Mereka kemudian dibawa ke markas Resmob Polda Jalan Hertasning.
Kepada polisi yang menginterogasinya, keduanya mengaku terlibat dalam pembunuhan terhadap wanita asal Sinjai itu di Pondok Arum, pintu I Kampus Unhas. Saat melakukan aksinya, mereka berjumlah empat orang. Bertindak selaku eksekutor adalah Frn, yang saat ini masih dalam pengejaran polisi.
”Bukan saya yang melakukan (pembunuhan) itu, Pak. Saya dengan dua temanku menunggu di luar kamar korban. Frn yang masuk dan membunuhnya,” ujar Hr.
Keduanya juga mengakui bahwa motif pembunuhan tersebut berlatar belakangan asmara. ”Setahu saya, Pak pembunuhan itu dipicu persoalan asmara antara Frn dengan korban. Tapi saya tidak terlalu banyak tahu tentang itu,” cetusnya.
Usai dimintai keterangannya oleh tim khusus, keduanya kemudian digiring ke Mapolsek Tamalanrea untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Sahar mengatakan, dua orang yang diduga pelaku pembunuhan Annisa masih dalam pemeriksaan. Keduanya masih sebatas saksi.
”Kita melakukan pemeriksaan terhadap keduanya. Untuk saat masih sebatas saksi. Sementara yang bertindak selaku eksekutor masih dalam pengejaran. Diduga ia berada di kampung halamannya Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat,” jelas Iptu Sahar.
Sebelumnya, Annisa (18) yang merupakan karyawati toko ini ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar kos Pondok Arun di jalan lingkar pintu I Kampus Unhas, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Temalanrea, Kamis (7/7). Aparat Polsek Tamalanrea yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP.
Mulyadi (23), salah seorang penghuni kamar kos mengungkapkan, pada sore hari diriya mendengar suara teriakan wanita yang diiringi dengan suara musik dari dalam kamar korban yang bernomor 14. Mendadak suara teriakan itu hilang. Tidak lama kemudian Mulyadi melihat ada aliran darah di dalam selokan pondokan.
“Awalnya saya dengar suara wanita berteriak bersamaan dengan suara musik yang besar layaknya orang sedang bernyanyi. Beberapa waktu kemudian suara teriakan dan musik itu hilang. Saya penasaran lalu mengecek kamar korban. Tapi saat itu tertutup. Saya kemudian menoleh dan melihat aliran air selokan berwarna merah dan sepertinya darah. Namun saya berpikir kalau darah itu darah ayam,” kata Mulyadi.
Karena curiga, Mulyadi melapor ke pemilik kos. Kemudian bersama pemilik kos ia mengecek kamar 14 yang dihuni korban.
Pintu kamar tersebut tak tertutup rapat. Begitu kamar dibuka, kondisinya terlihat berantakan.
Setelah diperiksa lebih jauh, terlihat sesosok mayat wanita tergeletak di kamar mandi bersimbah darah. Mulyadi dan pemilik kos lansung melapor ke Polsek Tamalanrea. Selanjutnya jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Selang beberapa lama kemudian, keluarga korban menjemput jenazah Annisa di RS Bhayangkara untuk kemudian dibawa kampung halamannya di Sinjai Borong, Desa Kassi Bule, Kabupaten Sinjai untuk dikebumikan, Jumat (8/7). (ish/rus)
Pembunuhan Karyawati Toko Bermotif Asmara
