MAKASSAR, BKM — Eksekutor pembunuhan Anisa Nurlaila (18) di kamar 14 Pondok Arum pintu satu Unhas Jalan Perintis Kemerdekaan, akhirnya dibekuk. Faruk (27), warga Sudiang ditangkap, Selasa (12/7) pukul 00.10 Wita.
Beberapa hari lalu, tepatnya Kamis (7/7), Faruk menghabisi nyawa kekasihnya yang bekerja sebagai karyawati toko. Pemicunya, Faruk dibakar api cemburu setelah mendapat informasi kalau Anisa menjalin hubungan asmara dengan pria lain.
Kecemburuan yang mendalam membuat Faruk kalap. Ia mendatangi kamar kos pacarnya lalu menikamnya dengan badik. Tiga kali tusukan pada bagian leher membuat perempuan tersebut meregang nyawa.
Usai melakukan aksinya, Faruk pergi begitu saja meninggalkan jasad korban. Polisi pun langsung melakukan pengejaran.
Sebelumnya, sudah ada dua rekan Faruk yang dibekuk. Mereka adalah Hr alias Opn (23), warga Jalan Veteran Selatan, dan Al alias Andi (22).
Keduanya ditangkap Tim Khusus Polda Sulsel bersama Resmob Polrestabes Makassar, Sabtu (9/7) pukul 05.30 Wita di Jalan Mangerangi, Kecamatan Tamalate
Penangkapan Faruk di seputaran Asrama Haji Sudiang oleh anggota Resmob Polrestabes Makassar, berlangsung dramatis. Ia bahkan harus ditembak pada betis sebelah kirinya karena berusaha melarikan diri saat hendak diringkus. Usai didor, Faruk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.
Ditemui di Mapolrestabes Makassar, kemarin, Faruk mengungkapkan alasan membunuh kekasihnya itu dengan cara kejam. Menurutnya, mereka baru satu minggu berpacaran. Selama itu pula Faruk selalu memberi uang untuk ongkos pergi bekerja di toko kepada Anisa.
Belakangan ketahuan Anisa menjali hubungan dengan lelaki lain. ”Siapa yang tidak sakit hati dan cemburu, Pak kalau pacarnya pacaran lagi dengan pria lain,” ujarnya sambil sesekali meringis menahan sakit akibat luka tembak di betisnya.
Dari mana Faruk mengetahui kalau Anisa pacaran lagi dengan lelaki lain? “Saya dengar dari orang kalau dia punya pacar yang lain,” akunya.
Dibakar api cemburu, Faruk kemudian mendatangi kamar kos pacarnya dengan membawa badik. Setibanya di pondokan, ia mengetuk pintu kamar kekasihnya.
”Begitu dia buka pintu kamar, langsung saya tusuk tiga kali di bagian leher dengan badik. Setelah itu saya langsung pergi,” terangnya lagi.
Faruk mengira polisi tidak mencarinya, sehingga tak lari ke daerah. Diapun berani berkeliaran di seputaran Asrama Haji Sudiang. Apalagi peristiwanya sudah berlangsung beberapa hari.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Rusdi Hartono kepada wartawan, kemarin menjelaskan, polisi berhasil mengungkap identitas pelaku pembunuhan yang dilakukan Faruk dari hasil pemeriksaan seorang saksi bernama Mulyadi. Ia tinggal bersebelahan kamar dengan korban di Pondok Arum.
”Saksi Mulyadi mengetahui tersangka membunuh pacarnya setelah mendengar suara teriakan korban yang meminta tolong. Ia kemudian keluar dari kamar dan melihat Faruk keluar dari kamar pacarnya. Saksi tahu itu Faruk, karena sudah sering datang ke kamar korban,” terang Rusdi.
Keterangan saksi ditindaklanjuti anggota Resmob Polrestabes Makassar dan Polsek Tamalanrea. Beberapa hari kemudian tersangka didapati tengah mondar-mandir jalan kaki di seputaran Asrama Haji Sudiang.
Polisi kemudian berusaha menangkapnya. Namun Faruk mencoba kabur. Polisi kemudian mengejarnya sambil mengeluarkan tiga kali tembakan peringatan ke udara. Namun tersangka tetap lari. Akhirnya, tembakan di arahkan ke betis sebelah kiri tersangka. Satu butir peluru membuatnya terkapar dan langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara.
Selain tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Salah satunya badik yang diduga dipakai tersangka menusuk leher korban. (jul/rus)
Cemburu, Bunuh Pacar, Ditembak
