HL
REPORTER: ASKHARI
EDITOR: SYAFRIL RAHMAT
“Main Jari” dengan Bocah 10 Tahun, Pengrajin Kursi di Bui
MAROS, BKM — Usman (54), warga BTN Haji Banca, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai harus mendekam dalam sel Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Maros lantaran diduga kuat melakukan pelecehaan seksual kepada Bunga (10).
Dari pengakuan korban, Pria paru baya yang sehari-hari bekerja sebagai pengrajin meubel itu melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban, yang tak lain adalah tetangganya sendiri hingga lima kali di tiga tempat yang berbeda.
NH (33) ibu korban mengatakan, perbuatan bejat Usman terhadap putrinya dilakukan dengan cara meremas-remas tubuh dan memasukkan jarinya ke vagina putrinya.
“Anak saya cerita kalau pelaku sering memasukkan jarinya ke “anunya” anak saya. Perbuatan itu ia lakukan dua kali dirumahnya, dua kali di rumah tempatnya bekerja memperbaiki kursi dan terakhir saat diajak ke permandian di Kabupaten Pangkep,” beber NH, Selasa (12/7).
Korban juga mengaku diancam oleh pelaku agar tidak menceritakan perbuatan bejat pelaku kepada orang lain. “Anak saya disuruh tutup mulut, katanya jangan ko tanya bapak sama mama kalau saya pegang-pegang ko,” kata NH menirukan pernyataan anaknya.
NH mengaku telah melaporkan kasus ini ke Mapolres Mandai. Saat itu menyarankan agar korban menjalani visum, dan hasilnya ada luka sobek pada selaput kemaluan korban.
Pihak keluarga korban mengaku tak habis pikir dengan perbuatan Usman. Pasalnya pelaku selama ini dikenal dekat dengan keluarga korban dan sudah dianggap sebagai keluarga sendiri.
“Usman itu sudah kami anggap keluarga dan kedekatan Usman dengan putri kami seperti anak dan ayah, karena Usman tidak memiliki anak,” ungkap NH.
Kapolsek Mandai, Iptu Amalia Normadiah membenarkan adanya kasus ini. Amalia mengatakan, pelaku saat ini tengah diamankan dan dititip sementara di Lembaga Permasyarakatan Maros.
“Hasil visum memang ada robek diselaput. Korban umur 10 tahun. Motifnya sendiri diakan tetangaan sering ke rumah korban. Kalau antar kursi diajak ikut si korban. Jadi selain di rumah, korban juga melakukan di mobil saat mengantar kursi,” jelasnya. (*)
=============================================================
Harga Kebutuhan Pokok Berangsur Normal
GOWA, BKM — Sepekan setelah lebaran Idulfitri, kondisi harga kebutuhan pokok berangsur normal. Kondisi ini terlihat dari pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Gowa, Selasa (12/7).
Seperti yang terpantai di Pasar Sentral Balang-Balang, Kecamatan Bontomarannu di pasar hari Minggu akhir pekan kemarin. Telur ayam ras terpantau turun kisaran Rp40 ribu sampai Rp36 ribu rupiah per rak, dimana saat jelang lebaran lalu harga telur ayam ras mencapai Rp45 ribu sampai Rp50 ribu rupiah per rak.
Hal sama terpantau di Pasar Induk Minasamaupa Sungguminasa. Harga kebutuhan pokok seperti bawang merah dan putih, cabe dan kentang telah mengalami penurunan harga. Dari harga Rp35 ribu rupiah per kg, kini turun seharga Rp25 ribu rupiah per kg. Kendati begitu, masih ada juga kebutuhan pokok yang masih bertahan pada harga tinggi yakni ayam potong masih Rp45 ribu rupiah sementara sehari lebaran dijual seharga Rp35 ribu rupiah per ekor.
Seperti diakui Dg Sikki di Pasar Sentral Balang-Balang, bahwa masih tingginya harga ayam potong karena pasokan dari produsen masih minim serta daya beli konaumen terhadap ayam potong masih kurang. “Makanya saya masih pertahankan harga 45 ribu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pasar Induk Minasamaupa, Zainuddin Langke yang dikonfirmasi menjelaskan, kenaikan harga kebutuhan pokok disebabkan kurangnya pasokan stok barang dari produsen serta masih kurangnya permintaan pedagang.
Meski begitu, kata dia, tidak semuanya mengalami kenaikan, bahkan ada sebagian besar malah mengalami penurunan harga utamanya sayuran dan buah-buahan.
“Tidak semua sembako mengalami kenaikan harga, malah sebagian besar malah mengalami penurunan harga Rp30 persen hingga Rp50 persen, seperti kentang, bawang, cabe, tomat dan wortel,” kata Zainuddin Langke.
Terpisah, Kabid Perdagangan Disperindag Gowa, Muh Rais mengatakan, beberapa hari ke depan seluruh harga kebutuhan pokok akan kembali normal. Kenaikan sejumlah harga sembako terjadi dua hari setelah lebaran kemarin di karenakan masih kurangnya suplai ke pedagang dan masih kurangnya permintaan.
Bahan pokok yang mengalami penurunan harga, papar dia, yakni Kentang dari Rp14 ribu menjadi Rp12 ribu per kg, Tomat dari Rp5 ribu menjadi Rp3 ribu per kg, Wortel Rp3 ribu jadi Rp10 ribu per kg, Bawang Merah dari Rp35 ribu turun Rp25 ribu per kg. (sar/ril)
=======================
MAROS, BKM — Bupati Maros, HM Hatta Rahman berjanji pencairan Gaji 13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros akan terbayarkan pada, Kamis (14/7) pekan ini.
Hatta mengatakan, pembayaran ini dilakukan lebih cepat dari yang ia janjikan, yakni 10 hari setelah libur lebaran.
“Kita bayarkan Gaji 13 Kamis pekan ini insya Allah, karena Senin depan anak-anak sudah sekolah jadi kita harap bisa dimanfaatkan untuk keperluan sekolah anak-anak. Sebenarnya kita bisa bayarkan gaji 14 bersamaan dengan Gaji 13 tapi takutnya pegawai habiskan untuk keperluan lebaran padahal gaji 13 untuk keperluan sekolah,” ujar Hatta.
Hatta berharap, PNS di lingkup kerjanya dapat memanfaatkan Gaji 13 ini betul-betul untuk keperluan sekolah anak.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Maros, Takdir mengatakan, jumlah anggaran yang disiapkan untuk pembayaran Gaji 13 mencapai Rp31 miliar. Anggaran ini lebih besar dari anggaran Gaji 14 yang hanya sebesar Rp24 miliar.
Dana Rp31 miliar ini berdasarkan jumlah gaji yang dibayarkan pada bulan Juli. “Karena Gaji 13 full diterima termasuk tunjangan-tunjangan sedangkan Gaji 14 hanya gaji pokok makanya lebih besar anggaran gaji 13 dari gaji 14,” pungkasnya. (ari/ril)
