TAHAPAN penilaian Piala Adipura berakhir dengan presentase pengelolaan lingkungan dan persampahan oleh seluruh bupati/wakil bupati di Kementerian Lingkungan Hidup. Selanjutnya, tim juri mulai menggodok hasil penilaian berdasarkan kriteria yang diperlombakan.
Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLHD) Sulsel, A Hasbi Nur, sesuai jadwal, pengumuman peraih Piala Adipura akan dilaksanakan 23 Juli mendatang pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang akan dipusatkan di Provinsi Riau.
“Rencananya, peraih Adipura akan diumumkan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat nasional. Jadwal tentativenya, masih di Riau,” kata Hasbi, Selasa (12/7).
Dalam momen yang sama, rencananya juga akan diumumkan peraih Adiwiyata dan Kalpataru.
Terkait peluang Sulsel meraih lambang supremasi tertinggi bidang lingkungan itu, Hasbi optimistis bisa mencapai target. Sayangnya, dia mengaku belum menerima bocoran apapun soal daerah yang akan mendapatkan piala tersebut.
Berdasarkan analisa, sebanyak 11 daerah di Sulsel berpeluang untuk meraih piala Adipura tahun ini. Peluang itu terbuka lebar setelah 11 kabupaten/kota dinyatakan lolos seleksi pada pemantauan tahap kedua yang dilakukan beberapa waktu lalu.
Daerah tersebut yakni Maros, Sidrap, Pinrang, Soppeng, Palopo, Bantaeng, Bulukumba, Selayar, Makassar, Parepare, dan Wajo.
Dikatakan Hasbi Nur, 11 kabupaten/kota itu berpeluang besar memperoleh Adipura sepanjang seluruh kriteria yang dipersyaratkan bisa dipenuhi. Diantaranya standar pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA), sistem daur ulang sampah, tempat sampah terpilah, penghijauan, kebersihan saluran air atau drainase, hutan kota dan kebersihan di area umum dan perkantoran. Seperti kantor, pelabuhan, terminal, pasar dan lainnya.
Ada juga penilaian non fisik, seperti sisi manajemen pemerintahan dalam pengelolaan kualitas air, pesisir, pariwisata, dan lainnya.
“Kriteria itu harus dipenuhi kabupaten/kota untuk mendapatkan Piala Adipura,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, dibanding tahun lalu, indikator penilaian baru kabupaten/kota untuk meraih Piala Adipura cukup berat karena ada dua tambahan kriteria. Yaitu tutupan vegetasi dan persoalan pertambangan.
Sementara itu, Pemkot Makassar optimistis bisa kembali meraih Piala Adipura tahun ini. Optimisme itu disampaikan Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Ibrahim Saleh.
Menurutnya, untuk mendapatkan kembali Adipura diperlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat dan SKPD terkait untuk menjaga kebersihan.
Khusus untuk kebersihan pasar yang ada di Makassar, Ibe –sapaan akrab Sekkot– meminta kepada PD Pasar untuk fokus menjaga kebersihan pasar. Apalagi di bulan Juli ini tim bayangan penilai Adipura turun melakukan penilaian di sejumlah tempat, khususnya pasar.
“Kita optimis dapat kembali meraih Adipura. Bulan ini akan ada tim penilai yang diam-diam melakukan pemantauan dan penilaian kebersihan di beberapa tempat di Makassar, khususnya di pasar pasar. Jadi saya harap PD Pasar bisa fokus mengontrol kebersihan di pasarpasar,” kata Ibe, kemarin. (rhm-arf/rus)
Optimisme dan Peluang Besar 11 Daerah di Sulsel
