Site icon Berita Kota Makassar

Elpiji Tiga Kilo Makin Langka di Matra

PASANGKAYU, BKM — Pascalebaran Idul Fitri, elpiji melon isi tiga kilogram di Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), makin langka. Akibatnya, banyak warga yang menggunakan tabung elpiji 3 kg tersebut mulai kesulitan mendapatkannya. Akibatnya, harga penjualan ditingkat pedagang pengecer mencapai Rp25 ribu hingga Rp40 ribu per tabung.
Kelangkaan tabung elpiji 3 kilogram ini terjadi sejak pertengahan Juni lalu. Namun hingga kini, kelangkaan tabung elpiji 3 kilogram di sejumlah wilayah di kabupaten Matra tidak kunjung teratasi. Kelangkaan ini dimanfaatkan sejumlah pengecer untuk menaikkan harga penjualannya. Nabi, salah seorang pengencer di Martajaya, mengatakan, kelangkaan terjadi akibat adanya pembatasan pasokan elpiji 3 kilogram dari agen ke pangkalan.
”Sejak kelangkaan elpiji 3 kilogram ini, saya tidak lagi menjual karena susah mendapatkan pasokan elpiji,” terangnya.
Sementara Nuria, juga warga Martajaya mengaku terpaksa membeli elpiji kemasan 3 kilogram dengan harga Rp25.000, karena sangat membutuhkannya. Padahal, harga yang ditetapkan pemerintah daerah Mamuju Utara untuk elpiji kemasan gas elpiji 3 kilogram ini hanya dikisaran Rp18 ribu per tabung.
Ditemui diruang kerjanya, kemarin, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Nursaid, mengatakan, kelangkaan yang terjadi sejak pertengan bulan Juni lalu disebabkan tingginya pengguna elpiji di Kabupaten Mamuju Utara. Sementara agen resmi yang biasa menyalurkan tabung elpiji 3 kilogram ke pangkalan juga mengalami keterbatasan stok.
”Saya sudah menghubungi pihak agen resmi yang telah ditunjuk pemerintah agar elpiji kemasan 3 kilogram secepatnya dipasok ke Mamuju Utara. Kalau soal harga ditingkat pangkalan, tidak ada kenaikan. Hanya saja, ada pembatasan dari agen resmi ke pangkalan. Soal adanya pengecer yang menaikkan harga penjualannya, kami tidak bisa berbuat banyak. Kami hanya mempunyai kewenangan menegur dan memberikan tindakan bagi pangkalan yang menaikkan harga. Kalau ditingkat pengecer itu, tidak bisa kami tindak,” tegasnya. (ala/mir/c)

Exit mobile version