MAKASSAR, BKM–Tiga calon anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam) masing-masing Masykur Idris dari kecamatan Polombangkeng Utara, Abd Hamid dan Jamaluddin Berlian dari kecamatan Pattalassang meminta agar hasil tes tertulis bagi 54 calon anggota Panwascam yang berasal dari 9 kecamatan harus dibuka kepublik.
Hal tersebut lantaran sistim penilaian dinilai berpihak pada calon tertentu dengan mengabaikan hasil dan kemampuan calon lain. “Jika perlu hasil nilai dibuka kepublik, guna mengetahui dimana letak kelemahan dan kemampuan setiap calon,”ujar Masykur Idris saat berkunjung keredaksi Berita Kota Makassar, Rabu (13/7).
Menurut ketiganya, pihaknya meminta agar perekrutan dilakukan secara transparan, “Kan ada petunjuk tehnis soal pelaksaaan tes, selain itu juga ada juknisnya, masa tiba-tiba kami dinyatakan tidak lulus,”ujar
ketiganya.
Hal sama juga dipertanyakan oleh Jamaluddin Berlian saat dirinya mendaftar sebagai calon anggota Panwaslu Kabupaten hingga lolos enam besar. “Masa tes untuk Panwascam saya digugurkan,”tanya Jamaluddin.
Sebelumnya ketiganya telah melapor ke asisten komisoner Ombusmen Makassar Aswiwin. Atas masukan Ombusmen ketiganya diminta agar mengadu ke Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi meminta agar pelantikan 27 komisioner Panwascam ditunda.
Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi yang dikonfirmasi soal protes ketiga calon anggota Panwascam tersebut dan meminta agar pelantikan ditunda mengaku wajar saja. “Saya kira hak siapa saja untuk mempersoalkan hasil, tapi bagi kami selama seleksi tersebut mengikuti juknis,”ujar Armahi kemarin.
Selain itu, Panwaslu Takalar yang melakukan tes dan wawancara dan ikut menilai, “Kecuali ada prosedur yang dilanggar atau persyaratan yang dilanggar. Tapi kenapa protes itu tak disampaikan saat tanggapan masyarakt dibuka,”ujar Atumahi balik bertanya. (rif)
Hasil Tes Calon Panwascam Takalar Disoal
