Site icon Berita Kota Makassar

Kakak-Adik Pembegal Istri Polisi Ditembak

MAKASSAR, BKM — Tiga pelaku pembegal istri polisi dibekuk tim Resmob Polda Sulsel. Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda, Selasa (12/7) pukul 16.00 Wita.
Muh Risman alias Imong (18) diringkus di Jalan Mamuju Blok C Perumnas Sudiang. Sementara dua lainnya Saipul alias Ipul (19) dan Kurniawan alias Iang (16) yang merupakan kakak adik, diciduk di Pasar Karuwisi Jalan Maccini Parang.
Saat hendak ditangkap, keluarga kakak beradik ini berusaha menghalang-halangi petugas. Polisi terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ke udara untuk bisa membawa keduanya dengan menggunakan motor.
Ketiganya kemudian digelandang ke posko Resmob Polda Sulsel di Jalan Hertaning untuk proses lebih lanjut. Kepada polisi yang memeriksanya, pelaku mengaku sudah melakukan 10 kali aksi begal di berbagai titik di Kota Makassar.
Usai diperiksa, polisi kemudian membawa ketiganya untuk melakukan pengembangan dan mencari barang bukti hasil kejahatan mereka. Hasilnya, polisi mendapatkan satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah bernomor polisi DD 4533 UP, satu unit HP merek Sony warna hitam putih, satu buah ketapel dan lima anak panah (busur).
Kabid Humas Polda Sulsel, Frans Barung Mangera yang dikonfirmasi, kemarin membenarkan penangkapan ketiga pelaku begal tersebut. Mereka ditangkap berdasarkan laporan korban bernama Sukmawati di Polsek Manggala, sesuai LP/480/VII/2016/Sek Manggala tertanggal 12 Juli 2016.
”Tersangka Saipul dan Kurniawan itu adik kakak. Sang adik spesialis pembuat busur untuk digunakan kakaknya. Mereka terlibat aksi begal sebanyak 10 kali di sejumlah titik di Makassar. Salah satu korbannya istri polisi,” terang Frans Barung.
Pada saat polisi melakukan pengembangan kasus, dua dari tiga tersangka, yakni Saipul dan Kurniawan berusaha melarikan diri. Tiga kali tembakan ke udara dikeluarkan sebagai peringatan. Namun tak digubris keduanya. Merekapun terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di kakinya, dan selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.
Di tempat terpisah, pada hari yang sama, Selasa (12/7) pukul 19.10 Wita, tim khusus Polsek Rappocini juga meringkus seorang pelaku begal. Anwar Nasaruddin alias Noa (17), warga Jalan Tamalate VI Setapak 4 diringkus di Jalan Hertasning. Anwar merupakan pelaku begal di Warkop 88 Jalan Hertasning.
Di depan polisi, Anwar mengakui perbuatannya. Bahkan ia menyebut telah melakukan aksinya di tujuh lokasi. Salah satu korbannya adalah Syahril Ramadhan, yang melapor ke Polsek Rappocini dengan nomor laporan SP.Kap/33/VI/2016/Sek Rappocini.
”Waktu di Warkop 88 saya bersama beberapa teman. Namanya Ardal, Firman, Udil, Aprial, Eppi, Iwan dan Yayat,” sebut Anwar.
Selain mengakui perbuatannya dan menyebut komplotannya, Anwar juga membeber sejumlah barang bukti yang berhasil digasaknya di Wakop 88. ”Yang saya ambil bersama teman-temanku waktu itu, salah satunya laptop merek Lenovo G40. Saya berhasil mengambilnya setelah korban saya ancam dengan parang,” terangnya.
Kapolsek Rappocini, Kompol Muari, kemarin mengatakan, Anwar merupakan komplotan begal yang berjumlah tujuh orang. Dua rekannya, yakni Ardal dan Irwan sudah terlebih dahulu diamankan. Sementara empat lainnya masih dalam pengejaran.
”Jadi sudah ada tiga dari tujuh komplotan pembegal di Warkop 88 yang berhasil kita amankan. Dari hasil pemeriksaan, mereka mengaku sudah beraksi di tujuh lokasi,” jelas Kapolsek.
Saat beraksi di Warkop 88, seorang pengunjung bernama Sunarto menjadi sasaran pelaku. Mereka berhasil membawa kabur barang elektronik milik korban, seperti 10 unit handphone merek Xiomi dan Samsung, serta tiga unit laptop merek Asus.
Selain itu, tambah Muari, pelaku juga beraksi di BTN Minasa Upa Blok A. Korban bernama Jasman. Saat itu pelaku menganiaya korban menggunakan parang hingga mengalami luka tebas pada lengan kanannya. Saat itu Anwar beraksi bersama enam anggota komplotannya.
”Usai di Jalan Minasa Upa, pelaku juga beraksi di Jalan Raya Pendidikan. Namun yang beraksi di lokasi itu hanya Firman dan Ardal serta satu rekannyayang belum diketahui identitasnya. Korbannya seorang wanita bernama Andi Selviana Sapri. Korban diancam busur, lalu barang miliknya dirampas. Pelaku membawa kabur Iphone 4, handphone merek Samsung dan Asus, serta dompet berisi uang tunai Rp 100.000,” ungkap Muari.
Di Jalan Toddopuli dekat pasar sekitar bulan Maret 2016 lalu, pelaku juga beraksi dan berhasil mengambil tas yang berisi HP Samsung lipat serta dompet dan uang tunai Rp86 juta. Pelakunya adalah Firman bersama rekannya yang juga belum diketahui identitasnya.
Lokasi lainnya, yakni di Jalan Pengayoman depan Dapur Coklat sekitar bulan Maret 2016. Saat itu pelaku mengancam korban dengan menggunakan busur, dan berhasil mengambil HP merek Samsung Android. Diketahui pelakunya adalah Firman bersama rekannya yang belum diletahui identitasnya.
Aksi selanjutnya di Jalan Tamalate 4 pada bulan Maret 2016 lalu. Pelaku berhasil mengambil HP Samsung android. Esekutornya adalah Firman.
Usai menginterogasi tersangka, tim khusus kemudian membawanya untuk dilakukan pengembangan. Anwar diminta menunjukkan lokasi tempatnya beraksi. Namun di tengah perjalanan ia membrontak dan berusaha melepaskan diri dari pengawalan petugas.
”Anggota sudah meminta agar pengembangan kasus ini berjalan lancar. Tapi tersangka melakukan perlawanan, dan mencoba melarikan diri. Tiga kali tembakan peringatan ke udara tetap tak digubrisnya. Akhirnya ia ditembak pada kaki kanannya,” terang Muari. (ish/rus)

Exit mobile version