Site icon Berita Kota Makassar

Kapan Nikah?

MENDUDUKI posisi sebagai Senior Officer Corporate Communication XL North Region, Yoseo Maya Pongmasak tentu punya banyak kesibukan. Kerja, kerja dan kerja. Itulah yang ada di benaknya ketika memulai aktifitasnya di pagi hari.
Ya, sebagian besar waktu perempuan kelahiran Makale, 3 Juni 1988 ini dihabiskan dengan bekerja di XL, salah satu perusahaan operator telekomunikasi di Tanah Air.
Di tempat inilah, sejak Januari 2015 sampai sekarang, cewek yang memiliki postur tubuh ideal, putih dan manis ini bekerja. Setiap hari perempuan yang akrab disapa Maya itu harus bertemu banyak orang, dengan berbagai watak dan karakter yang berbeda-beda.
Agar setiap pengunjung atau tamu yang dia layani dapat nyaman dan santai berkomunikasi, Maya mengaku harus menjaga kondisi tubuh dan juga kesegaran wajahnya.
Sudah satu setengah tahun lamanya dia bekerja di XL. Suka dan duka sudah ia rasakan. Namun dia mengaku lebih banyak merasakan sukanya. Sebab Maya bisa bertemu langsung dengan orang banyak dan menambah relasi.
Dalam melaksanakan tugas sehari-harinya, Maya mengaku butuh banyak wawasan sebagai bekal saat berbincang dan saling tukar pikiran dengan klien.
”Saya sangat menikmati pekerjaan sekarang. Menjadi PR (Public Relation) memang pekerjaan yang saya dambakan sejak dulu, karena bisa bertemu dengan orang banyak, santai namun tetap menjaga profesionalisme bekerja dan tanggung jawab,” ujarnya.
Meski sibuk bekerja, Maya tetap punya waktu libur. Tiap Sabtu dan Minggu ia bisa bersantai. Karena tempat kerjanya memberi dua hari untuk libur kepada karyawannya.
Momen itupun ia manfaatkan untuk beristirahat. Terkadang diisinya dengan mendatangi toko buku.
Membaca novel adalah hobi perempuan yang satu ini. Sehingga tidak heran, kebanyakan waktu liburnya dimanfaatkan berkunjung ke toko buku. Baik sekadar membaca di tempat maupun membelinya
Ketika merasa butuh santai, diapun memilih untuk pulang ke kampung halamannya di Tana Toraja. Disana dia mengaku dapat bersantai ria.
Pemandangan indah nan memesona di Tana Toraja dapat membantunya menyegarkan pikiran untuk kembali memulai bekerja di hari Senin.
“Setipa minggu saya liburnya dua hari. Kebanyakan waktu libur saya habiskan dengan membaca buku, ataukah pulang kampung untuk bersantai. Di Makassar saya tinggal berdua dengan saudara. Jadi biasanya saya mudik berdua dengan saudara,” tuturnya.
Namun, ketika mudik ke kampung halaman dan bertemu dengan kedua orang tua dan sanak keluarga lainnya, dia mengaku kadang risih. Salah satu pertanyaan yang selalu diajukan kepadanya adalah; kepan menikah.
Pertanyaan tersebut kadang membuat dia merasa minder. Padahal secara pribadi, Maya begitu sudah ingin menikah. Apalagi saat ini dia sudah memiliki calon pendamping. Tinggal menunggu waktu dan kesiapan untuk ke pelaminan.
Rencananya, setelah menikah nanti dia menginginkan memiliki momongan dua orang. Alasannya, ia ingin memberikan perhatian penuh kepada buah hatinya dan mendidiknya dengan baik.
Calon suami yang sudah mengikatnya biasa saja. Dia mencintai calon suaminya itu karena dinilai bertanggungjawab dan mampu membina rumah tangga dengannya nanti.
“Orang tua kalau ketemu pasti tanya kapan nikah. Padahal nikah kan juga butuh proses yang tidak cepat. Perlu pemikiran dan kesiapan yang matang. Jadi saya biasanya memberikan jawaban kepada orang tua untuk sabar. Calonnya sudah ada, tinggal menunggu waktu,” tandasnya. (arf/rus)

Exit mobile version