Site icon Berita Kota Makassar

Ekspor Sulsel Meningkat Hingga 19,42 Persen

MAKASSAR, BKM — Sepanjang Juni 2016, nilai ekspor Sulsel mencapai USD100,75 juta. Nilai ini mengalami peningkatan sekitar 19,42 persen jika dibandingkan nilai ekspor pada bulan Mei 2016 yang hanya berkisar USD84,37 juta. Seperti pada bulan-bulan sebelumnya, nilai ekspor lebih banyak disumbangkan dari komoditi nikel.
”Dari data yang kami himpun, nilai? ekspor dari daerah kita pada bulan Juni mengalami kenaikan jika dibandingkan pada bulan Mei. Kenaikannya mencapai 19,42 persen atau dari USD8437 juta menjadi USD 100,75 juta. Penyumbang nilai ekspor terbesar bersumber dari komoditi nikel dengan nilai USD47,55 juta atau sekitar 47,2 persen dari total nilai ekspor daerah kita selama bulan Juni,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam, kepada wartawan di ruang rapat kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau Makassar, Jumat (15/7) pagi kemarin.
Sedangkan untuk komoditi lainnya seperti kakao, kata Nursam, menyumbangkan nilai ekspor sebesar USD20,92 juta, ikan dan udang sebesar USD10,03 juta, biji-bijian berminyak dan tanaman obat USD7,14 juta, serta buah-buahan USD3,58 juta. ”Kalau dibandingkan dari sejumlah komoditi lainnya, nikel masih tetap menjadi andalan ekpor Sulsel. Kontribusinya selama ini hampir setengah dari total nilai ekspor Sulsel setiap bulannya. Makanya kita menyebutnya komoditi andalan,” kata Nursam.
Sedangkan nilai ekspor Sulsel selama semester pertama tahun 2016 atau dari bulan Januari sampai Juni 2016 mencapai USD468,85 juta. Nilai ini mengalami penurunan jika dibandingkan dari periode yang sama tahun 2015 yang mencapai USD676,36 juta. ”Jadi secara kumulatif selama enam bulan terakhir, ada penurunan total ekspor sekitar 39,75 persen. Tujuan ekspor Sulsel terbesar ke Jepang yang mencapai nilai sebesar USD51,03 juta atau 50,65 persen dari total nilai ekspor, kemudian disusul Amerika Serikat dengan nilai USD12,57 juta dan Malaysia dengan nilai USD12,67 juta,” jelas Nursam.
Negara tujuan ekspor lainnya yang cukup memberi kontribusi adalah Tiongkok dengan nilai USD8,81 juta, Vietnam USD2,85 juta, Belanda USD1,98 juta, Korea Selatan dengan nilai USD0,77 juta, Singapura USD1,91 juta, dan beberapa negara lainnya. (ish/mir)

Exit mobile version