Site icon Berita Kota Makassar

Gappembar Desak Kapolres-Kadis Kelautan Mundur

BARRU, BKM — Mahasiswa asal Kabupaten Barru yang terabung di Gabungan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Barru (Gappembar) menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Barru, Jumat (15/7).
Demo mahasiswa terkait dengan semakin maraknya penggunaan pukat trawl di perairan Barru. Pendemo memuali askinya di Mapolres dan Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan kemudian berakhir di DPRD. Di gedung wakil rakyat, mahasiswa melakukan dengar pendapat dengan anggota dewan.Dihadapan anggota dewan, mahasiswa mendesak Kapolres dan Kadis Kelautan dan Perikanan mundur dari jabatannya jika tidak bisa menyelesaikan masalah pukat trawl di Perairan Barru.
Saat berada di depan Mapolres, mahasiswa dengan seorang perwira polisi sempat terjadi ketegangan terkait dengan surat izin mahasiswa dalam menggelar aksi. Para aktivis Gappembar secara bergantian berorasi dan mengemukakan 5 tuntutan did epan Mapolres dan kantor Dinas Kelautan dan perikanan. Kelima tuntutan itu yakni pertama meminta Polres Barru mendesak Polairud menangkap pengguna trawl. Kedua meminta Kapolres Barru mundur dari jabatannya jika tidak bisa menyelesaikan masalah trawl di Barru.
Mahasiswa juga mempertegas peran Dinas Kelautan dan Perikanan agar menindak keras pengguna trawl. Meminta Pemkab mencopot Kadis Kelautan dan Perikanan karena tidak becus menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Serta mendesak Pemkab agar tidak buta dan seolah-olah tidak mengetahui persoalan masyarakat umum terutama para nelayan tradisional.
“Kedua Instansi ini harus bertanggungjawab untuk menghentikan aktivitas pukat trawl disepanjang perairan Barru,” tegas Ishak Iskandar, Jenderal Lapangan dalam orasinya.
Sehari sebelum didemo, pihak Polres mengamankan 7 Nelayan asal Desa Corawali Kecamatan Tanete Rilau. Nelayan itu diamankan bersama 7 kapal dan 8 basket ikan. Ke tujuh nelayan itu yakni Upi(29), Rustam(32), Idris (28), Mukmin(43), Rusdi (24), Sabang(14), dan Rahman(30). (udi/C)

Exit mobile version