MAMUJU, BKM — Realisasi belanja Pemerintah Provinsi Sulbar hingga 30 Juni 2016 lalu, telah mencapai angka 34,61 persen atau sekitar Rp744 miliar. Kapala Bagian Perbendaharaan Biro Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Sulbar, Drs Amir Biri MSi, menjelaskan, realisasi belanja tersebut dipastikan akan terus meningkat mengingat Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) pada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terus diterbitkan.
”Realisasi belanja itu meningkat jika dibandingkan realisasi dibulan sama tahun lalu yang hanya sebesar 20 persen. Sampai 30 Juni realisasi telah mencapai 34,61 persen. Progresnnya jalan terus karena pencairan juga terus dilakukan. Baru-baru ini kita sudah cairkan dana bagi hasil pajak dan gaji pegawai,” jelas Amir Biri saat dikonfirmasi BKM usai mengikuti rapat di gedung DPRD Sulbar, Rabu (13/7).
Meski secara umum realisasi belanja daerah cukup baik, namun sejumlah program dimasing-masing dinas realisasi programnya cukup minim. Sebut saja Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulbar, realisasi belanjanya baru 17 persen atau sekitar Rp64 miliar dari total sebesar Rp300 miliar. Rendahnya realisasi belanja pada dinas PU Sulbar mendapat sorotan keras dari Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh. Gubernur dua priode itu memerintahkan kepada kadis PU Sulbar untuk lebih optimal bekerja. (ala/mir/c)
Realisasi Belanja Pemprov Capai Rp744 M
