MAKASSAR, BKM — Pemerintah provinsi Sulsel dalam waktu dekat akan menggelar mutasi besar-besaran. Informasi yang beredar di lingkup kantor gubernur, mutasi dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang saat ini dikendalikan pelaksana tugas.
Selain itu, sejumlah jabatan saat ini juga akan diisi oleh pejabat yang dinilai lebih pas untuk posisi-posisi tertentu.
Kendati masih sebatas wacana, nama-nama pejabat yang diisukan akan bergeser saat menduduki jabatan strategis di Pemprov Sulsel.
Seperti Andi Arwien Azis yang saat ini menjabat Kepala Biro Umum akan menduduki jabatan sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD). Sementara Agustinus Appang sang kepala BPKD akan menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja yang saat ini diisi pelaksana tugas.
Jufri Rahman yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Jufri Rahman, diinformasikan akan menjabat Kepala Bappeda. Sementara jabatan yang ditinggalkan akan diisi oleh Mussafar yang saat ini menjabat Kepala Biro Mental dan Spiritual (Mensprit).
Posisi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, berdasarkan informasi yang beredar, akan diisi oleh Fakhsarie Radjamilo yang saat ini menjabat Kepala Biro Kerjasama.
Kepala Biro Humas dan Protokol yang saat ini dijabat Denny Irawan juga disebut-sebut juga akan bergeser sebagai Kepala Biro Pembangunan yang saat ini dijabat oleh Malik Faisal. Sementara pejabat lama akan menempati posisi Kepala Biro Umum. Sementara dua nama menguat untuk mengisi posisi Kepala Biro Humas dan Protokol yakni Sukarniaty Kondolele yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Ekonomi atau diisi pelaksana tugas Devy Khadaffi yang kini menjabat Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran.
Informasi pergeseren tersebut sudah santer terdengar sejak Ramadan lalu. Namun, tak ada penegasan dari pemegang kebijakan.
Belum ada komentar resmi dari pejabat berwenang terkait nama-nama yang akan menduduki posisi-posisi tertentu.
Namun, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Latief mengatakan, akan ada sejumlah jabatan eselon II yang akan diisi melalui proses lelang jabatan.
Namun, ungkapnya, sebelum prosesi lelang dilakukan, pemprov berencana akan melakukan rotasi atau pergeseran jabatan terlebih dahulu. Artinya, tidak semua posisi lowong eselon II akan dilelang.
“Dengan beberapa pertimbangan dan perhitungan, sesuai dengan mekanisme dan prosedur aturan, ada beberapa jabatan yang mengalami proses rotasi. Kita tunggu instruksi Bapak Gubernur seperti apa,” jelas mantan Kadis Bina Marga Sulsel itu, saat dihubungi BKM, akhir pekan lalu.
Lebih jauh dikemukakan, khusus untuk lelang jabatan kali ini, pemprov berencana akan melibatkan sejumlah ahli kesehatan seperti Kadis Kesehatan dan lainnya. Itu dilakukan karena beberapa posisi berkaitan dengan bidang kesehatan.
Dia berharap timsel sudah bisa dibentuk dalam waktu yang tidak lama lagi. Agar proses seleksi bisa segera dilakukan mengingat sejumlah jabatan strategis masih diisi oleh pelaksana tugas.
Setelah timsel terbentuk, akan dikonsultasikan dan minta persetujuan terlebih dahulu ke KASN. Proporsi perbandingan timsel adalah 45 persen berasal dari intern Pemprov Sulsel dan 55 persen berasal dari luar.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo juga sebelumnya mengemukakan, sesuai aturan dan prosedur yang ditetapkan KASN, selain rotasi, pejabat yang akan didudukkan di satu jabatan harus mengikuti seleksi terbuka atau yang populer disebut lelang jabatan.
Namun dia menilai ada kelemahan dari seleksi ini karena prosesnya yang terlalu lama.
Hal itu mempengaruhi kerja-kerja pemerintahan. Karena ada jabatan yang harus diisi pelaksana tugas cukup lama, menunggu proses lelang jabatan selesai. (rhm/war)
Jelang Mutasi, Gubernur Evaluasi Pejabat
