MAKASSAR, BKM — Sejarah baru dicatat Kota Makassar. Di bawah kepemimpinan Moh Ramdhan Pomanto dan Samsu Rizal, Makassar meraih Piala Adipura untuk yang kedua kalinya.
Kepastian itu diperoleh dari Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Pemprov Sulsel, A Hasbi Nur kemarin.
Menurut Hasbi, enam daerah meraih Adipura untuk penilaian tahun 2015. Yakni Kota Makassar, Kota Parepare, Kabupaten Bantaeng, Bulukumba, Pinrang dan Maros.
Kendati belum diumumkan secara resmi, kepastian daerah penerima Adipura diperoleh langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Sementara daerah yang masuk penilaian Adipura hingga tahap dua dinyatakan gagal meraih piala tersebut, masing-masing Kabupaten Soppeng, Sidrap, Palopo, Enrekang dan Wajo.
Hasbi mengemukakan, berbeda dengan sebelumnya, kriteria penilaian untuk memperoleh Piala Adipura tahun ini semakin tinggi. Selain itu, ada tahapan presentasi yang harus dilakukan kepala daerah atau wakilnya di hadapan Kementerian Lingkungan Hidup yang tidak boleh diwakili.
”Sehingga asumsi gagalnya sejumlah daerah meraih Adipura disebabkan presentasi yang dilakukan tidak maksimal atau diwakili. Atau bisa juga karena kriteria yang ditetapkan tidak berhasil dipenuhi,” jelas Hasbi, yang saat dihubungi tengah tugas dinas di Bali.
Selain Adipura, Kementerian Lingkungan Hidup juga menetapkan sekolah mandiri yang meraih piala Adiwiyata. Di Sulsel sejumlah sekolah meraih penghargaan tersebut. Diantaranya Pangkep tiga sekolah, Pinrang dua, Parepare dua, dan Maros satu sekolah.
“Total penerima Adiwiyata sebanyak sembilan sekolah,” ungkap Hasbi.
Menurut rencana, piala Adipura dan Adiwiyata akan diserahkan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Provinsi Riau, 22 Juli mendatang.
Peringatan itu dimajukan sehari dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni tanggal 23 Juli.
Dengan pencapaian ini, Kota Makassar mampu meraih Adipura dua tahun berturut-turut. Demikian pula Kota Parepare, Kabupaten Bulukumba dan Maros. Sementara Pinrang meraih Adipura yang ke-5 kalinya, setelah tahun lalu gagal mendapatkannya. Begitu pula Bantaeng, yang tidak memperoleh Adipura 2015 kemarin.
Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe mengatakan, keberhasilan meraih Piala Adipura ini menjadi pertanda pemerintah dan masayarakat begitu peduli terhadap kebersihan kotanya. Begitu pula dalam pengelolaan sampah.
Kalau tahun kemarin, kata Taufan, Parepare mendapat Adipura dengan dipersandingkan meraih kota sehat. Untuk tahun ini, meraih Adipura dipersandingkan dengan didapatkannya opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Itu artinya, kerja-kerja nyata pemerintahan dibuktikan selama ini.
“Karena itu saya dan kita semua bersyukur dengan adanya penghargaan ini. Semunya bisa diraih dukungan semua pihak elemen masyarakat dan para anggota dewan,” ujarnya.
Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto yang dihubungi kemarin, mengatakan, pihaknya terus menjaga konsistensi dan komitmen untuk bisa meraih kembali supremasi tertinggi di bidang lingkungan hidup itu.
Karenanya, dia selalu berharap kepada seluruh masyarakat serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk terus menjaga kebersihan dan memanfaatkan bank sampah yang ada di wilayahnya. ”Dengan begitu, volume sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang dapat berkurang,” kata Wali Kota yang akrab disapa Danny itu, Senin (18/7).
Optimisme senada juga disampaikan Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Ibrahim Saleh. Bahkan kata pejabat yang biasa disapa Ibe itu, pihaknya telah menerima undangan untuk menghadiri penyerahan Piala Adipura 2016 yang dilaksanakan di Jambi, 22 Juli mendatang. Presiden Joko Widodo akan menyerahkannya secara langsung.
”TPA Antang menjadi salah satu tempat yang berpengaruh hingga membuat Makassar dipastikan kembali meraih Piala Adipura 2016. Pemkot Makassar sudah sangat fokus menjaga kebersihan di tempat pembuangan sampah tersebut,” ujar Ibe.
Selain itu, pasar yang ada dinilai sudah cukup mendukung Makassar untuk bisa meraih Adipura kedua lainya, meski masih ada diantaranya yang masih perlu dibenahi dan dijaga kebersihannya.
“Kita optimis kembali meraih Piala Adipura 2016. Kita sudah dapat undangannya,” tambahnya.
Kabag Humas Pemkot Makassar, Firman Pagarra sebelumnya juga menyampaikan optimismenya kalau kota ini mampu meraih Piala Adipura 2016. ”Kita pasti optimis,” ujarnya singkat.
Sementara itu, keberhasilan meraih Piala Adipura mendapat apresiasi dari anggota DPRD Makassar.
Keberhasilan Makassar mendapatkan Piala Adipura mendapat apresiasi penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Namun, dalam apresiasi tersebut, kalangan legislator memberikan garis besar terhadap poin pentingnya pembenahan kebersihan.
Sekretaris Komisi D, Hamzah Hamid mengatakan sangat mengapresiasi jika Kota Makassar berhasil meraih Piala Adipura untuk kedua kalinya terjadi. Namun dia mengingatkan pentingnya pemkot memperhatikan kesejahteraan petugas kebersihan Kota Makassar, yag dinilainya masih sangat kurang.
“Saya pribadi senang jika Makassar berhasil mendapatkan piala tersebut. Tapi yang harus diperhatikan adalah bagaimana upah pekerja kebersihan itu bisa ditingkatkan. Kasihan mereka,” ujarnya saat ditemui di gedung DPRD Makassar, kemarin.
Legislator Fraksi PAN ini menuturkan, saat menggelar reses beberapa waktu lalu, ada banyak yang menyoroti tentang tingkat kesejahteraan petugas kebersihan yang sangat minim. Padahal bisa dikatakan bahwa keberhasilan kota Makassar meraih Piala Adipura dua kali berturut-turut tidak terlepas dari andil dan kerja keras para petugas kebersihan.
”Coba lihat sekarang, upah mereka berapa. Sangat sedikit. Seharusnya pemerintah memberikan perhatian khusus, agar penghargaan yang diraih bisa sebanding dengan gaji dan kesejahteraan petugas kebersihan,” tandas Hamzah.
Sedangkan Ketua Komisi A, Wahab Tahir punya harapan yang lebih besar. Legislator Partai Golkar ini ingin Kota Makassar bisa meraih Adipura tiga kali berturut-turut. Itu bisa didapat jika Wali Kota Makassar dan jajarannya mempertahankan kinerja.
”Kita tentu senang dengan didapatkannya Piala Adipura untuk yang kedua kalinya. Kita semua ingin penghargaan di tahun 2015 sampai 2016 bisa bertambah di tahun mendatang,” imbuhnya. (arf-ita-rhm/rus)
Sejarah, Makassar Oppo Raih Adipura
