Site icon Berita Kota Makassar

Hindari Makanan Pemicu Kanker

MAKASSAR, BKM — Kanker adalah penyakit yang disebabkan pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal dan cenderung merusak organ tubuh di sekitarnya. Selama ini, kanker dikenal penyakit mematikan. Tapi itu tidak berarti, tidak ada harapan untuk mengatasinya. Mencegah kanker merupakan langkah terbaik.
Untuk mencegah kanker, diperlukan pengetahuan mengenai apa saja penyebab kanker. Sehingga penyakit ini bisa dihindari atau menangkal kemungkinan timbulnya akar-akar sel jaringan kanker tersebut. Salah satu cara paling tepat supaya terhindar dari penyakit mematikan ini adalah menjaga pola makan.
Beberapa penelitian telah menunjukkan ada keterkaitan antara makanan yang dikonsumsi seseorang dengan penyakit kanker. Beberapa jenis makanan secara langsung maupun tidak telah menjadi pemicu munculnya penyakit kanker. Ketiga jenis makanan yang dapat memicu aktifnya sel kanker dalam tubuh, di antaranya daging merah, makanan kemasan, dan minuman keras.
Daging merah adalah sumber protein, zat besi, dan seng yang baik. Tetapi mengonsumsi terlalu banyak daging merah dan produk berbahan dasar daging merah ternyata berkorelasi dengan meningkatnya risiko kanker. Yang dimaksud daging merah adalah daging yang belum dimasak mempunyai warna merah, antara lain daging sapi dan daging kambing.
Produk daging olahan, antara lain ham, sosis, dan daging asap, bukan lagi termasuk kelompok yang diduga dapat menyebabkan kanker . Tapi sudah dikategorikan sebagai bahan karsinogenik (senyawa pemicu kanker). Artinya, daging olahan berada dalam kategori yang sama dengan rokok dan konsumsi alkohol berlebihan sebagai penyebab kanker.
Penelitian menemukan, sebagian makanan ringan kemasan, seperti keripik kentang, mengandung bahan yang kemungkinan dapat memicu kanker, yaitu akrilamida. Bahan ini dapat terbentuk saat makanan yang kaya karbohidrat (mengandung tepung dan gula) dipanggang atau digoreng. Selain itu kemasan vinil klorida juga merupakan bahan yang bersifat karsinogenik atau memicu kanker.
Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras membuat pengonsumsi lebih berisiko mengalami kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker payudara, kanker usus, serta kanker hati. Risiko kanker dapat dikurangi dengan menerapkan gaya hidup sehat tiap hari. Mengonsumsi dan mengolah sendiri beragam makanan yang sehat kaya serat seperti buah dan sayur setidaknya lima porsi sehari dapat mengurangi risiko terhadap beberapa jenis kanker.
Konsultan Klinik Pengobatan Tramedica Ratu Givana, Winda Anugrah, kanker sebisa mungkin harus cepat dideteksi. Sebab semakin cepat didiagnosis, kesempatan untuk mendapatkan pengobatan dengan hasil baik bagi pasien dapat dicapai. Pengobatan Tramedica Ratu Givana juga mempunyai solusi bagi masyarakat yang mencari kesembuhan sekaligus mencegah secara dini penyakit tumor dan kanker tanpa operasi dan efek samping.
Sebelum datang ke klinik Tramedica, pasien hendaknya membawa hasil rekam medis dari RS maupun laboratorium. Hasil tersebut untuk memudahkan menentukan racikan ramuan herbal yang akan diberikan kepada pasien. Sekaligus mengetahui riwayat penyakit yang diderita pasien sebelumnya.
”Kami mempunyai formulasi ekstrak herbal terstandar internasional. Metode penyembuhan di Tramedica adalah dengan menggunakan ekstrak herbal terstandar internasional yang terbukti mampu menghancurkan dan mematikan sel jaringan kanker yang aktif dalam tubuh. ‘Ramuan ekstrak herbal kami sudah diriset dan diuji klinis di berbagai negara maju dan didatangkan langsung dari negara-negara penghasil herbal terbaik, seperti Mongolia, Brazil, Singapura, dan Tiongkok (Guang Zhou). Tramedica sendiri sudah berpengalaman lebih dari 15 tahun mengobati tumor dan kanker. Sebelum di Indonesia, Tramedica sudah lebih dahulu berkembang di negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Tiongkok, dan Brunai Darussalam,” jelasnya, di tempat praktiknya, Jalan Topaz Raya 2 Blok F No 50 Panakkukang Mas, kemarin. (mir)

Exit mobile version