Site icon Berita Kota Makassar

10.000 Siswa Baru Ikut Bela Negara

MAKASSAR, BKM — Sebanyak 10.000 siswa baru tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan mengikuti kegiatan bela negara selama satu hari di pusat latihan Raider 700, Jalan Perintis Kemerdekaan, Minggu (24/7).
“Sekitar 10.000 ribu siswa ikut,” tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdisbud) Kota Makassar, Ismunandar saat dihubungi BKM, Rabu (20/7).
Ismunandar menambahkan, siswa yang tidak ikut bela negara tersebut harus ikut tahun depan. Adapun yang berhalangan seperti sakit maka harus melayangkan surat keterangan sakit dari pihak yang berwenang.
“Yang tidak sempat ikut bela negara, wajib mengikuti bela negara tahun depan. Dan jika yang berhalangan maka harus ada surat keterangan tertulis,” tegasnya.
Untuk itu, Ismunandar berharap agar semua siswa dari 62 sekolah berstatus negeri dapat mengikuti kegiatan tersebut.”Kalau siswa tidak hadir maka mereka rugi karena dalam kegiatan tersebut ada pendidik kedispilinan dan bela negara,” harapnya.
Selain itu, pada malam harinya pengadaan api unggun.”Malamnya ada api unggun. Dan kegiatan tersebut dimulai pukul 07.00 Wita sampai pukul 20.00 Wita,” jelasnya.
Menyikapi kegiatan bela negara ke siswa baru,
Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Mudzakir Ali Djamil mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Kegiatan itu bagus, agar siswa tidak hanya belajar mata pelajaran tetapi juga membangun karakter siswa menjadi kuat dan disiplin serta siap membela negara,” ungkapnya, kemarin.
Selain itu lanjut Legislator Fraksi PKS ini, kegiatan bela negara merupakan rangkaian dari kegiatan siswa di sekolah seperti Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS).
“Kegiatan ini kan dalam konteks untuk memastikan siswa paham bela negara itu seperti apa?, dan ini juga bagian dari PLS yang dimana siswa Makassar membangun motivasi dan karakter dalam cinta negara tanah air itu,” jelasnya.
Apresiasi yang sama disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Kota Makassar, Farouk M Beta. Menurutnya, kegiatan bela negara untuk membangun karakter remaja Makassar untuk mencintai negaranya.
“Problem yang dihadapi dalam dunia pendidikan adalah membangun karakter anak didik. Selama kegiatan ini tidak menjurus ke fisik perlu diapreasi dan saya pribadi sangat dukung itu,” bebernya.
Lanjut Ketua DPRD kota Makassar ini mengatakan, program bela negara juga diselipkan berbagai materi yang memang diperuntukkan untuk membangun kedisiplinan mereka, serta pembentukan karakter mereka sendiri agar mereka paham betul dengan maksud kegiatan bela negara tersebut.(man-ita/war)

Exit mobile version