GOWA, BKM — Perlakuan tidak menyenangkan dialami sejumlah wartawan media cetak maupun elektronik. Kejadiannya bermula saat sejumlah wartawan diundang datang meliput acara halal bihalal yag dihelat TP PKK Kabupaten Gowa di Baruga Tinggimae Rujab Bupati Gowa, Rabu (20/7) pagi.
Sesaat acara akan dimulai, tiba-tiba seorang panitia bernama Iis mendatangi sebagian awak media yang sudah hadir di lokasi kegiatan. Iis nama panitia itu lalu menyampaikan isyarat larangan untuk tidak meliput kegiatan itu. Bahkan terkesan mengusir.
“Tidak usahmi diliput ini acara sesuai permintaan ibu bupati karena tidak ada anggarannya. Kami sudah ajukan proposal peliputan media tapi ibu bupati menolak. Kata beliau nanti rilisnya dikirimkan oleh humas,” ungkap Iis yang diketahui adalah staf pada Dinas Sosnakertrans.
Tanpa lama para awak mediapun meninggalkan lokasi dimana acara akan berlangsung. Sebelumnya mereka diundang oleh pihak panitia penyelenggara melalui seksi acara guna meliput acara yang dipimpin oleh ibu Priska Paramtha Adnan selaku Ketua TP PKK. Ada tujuh wartawan yang diminta datang, yakni Harian Beritakota, Harian Rakyat Sulsel, Harian Upeks, Go Cakrawala, V-Chanel, Harian Sindo serta Harian Fajar.
Permintaan itu disampaikan ibu Nurliah Ruma selaku seksi acara pada Selasa (19/7) malam. Nurliah Ruma mengatakan, tujuh media itu diundang melalui pesan Whashap dan BBM jadi tidak secara tertulis.
“Kebetulan saya memang tidak ada di acara kemarin karena sedang mengikuti pelatihan di tempat lain sehingga urusan untuk media saya serahkan ke ibu Nurdianti. Saya tidak tahu adanya masalah itu,” jelas Nurliah Ruma.
Khawaidah yang juga bagian dari seksi acara mengkonfirmasikan hal itu kemarin mengaku tidak melihat sebab dia belum sampai di tempat acara. Sementara Iis kepada BKM saat dikonfirmasi kemarin membantah bila mengeluarkan kalimat mengusir.
“Saya cuma menyampaikan baik-baik kepada media agar tidak usah meliput sebab ibu bupati bilang nantipi humas yang bikin rilisnya. Saya tidak bilang tidak ada anggarannya,” ucap Iis.
Disisi lain Imran, reporter V-Chanel, Sopian dari Upeks serta Ansar dari Go Cakrawala juga Muhtar dari Rakyat Sulsel yang mendapat penyampaian langsung dari Iis mengaku jika Iis telah mengatakan perihal larangan liputan dengan alasan tidak adanya anggaran.
“Bohong itu bu Iis kalau tidak bicara begitu,” kata Imran V-Chanel menjelaskan detil bahasa yang diucapkan Iis sehingga membuat wartawan tersinggung.
“Kami kecewa, kami diundang untuk meliput namun setelah sampai kami diusir, katanya ibu bupati yang suruh, katanya tidak ada anggaran untuk itu,” tambah Sopian dari Upeks.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramitha Adnan langsung melakukan klarifikasinya perihal insiden pengusiran itu.
Priska melalui Kabag Humas Pemkab Gowa, Andi Tenri Tahri, mengatakan dirinya baru mengetahui kejadian itu setelah salah satu media online memuat pemberitaan terkait masalah pelarangan dan pengusiran terhadap wartawan.
“Saya sama sekali tidak pernah menyampaikan hal yang dimaksud menyinggung media. Saya memang pernah ditanya sama pengurus PKK yang lain soal publikasi. Saya hanya bilang, silakan panitia berinisiatif bagaimana baiknya, apakah harus diliput atau tidak. Karena ini hanya sifatnya halal bi halal internal saja,” ungkap Tenri mengutip pernyataan Priska, Rabu (20/7).
Disinggung soal anggaran peliputan yang disampaikan Iis, Priska mengaku kalau dirinya tidak pernah menyampaikan hal itu. “Kalau soal anggaran peliputan, saya tidak pernah menyampaikan itu. Mungkin maksudnya, soal advertorial kegiatan yang tidak ada anggarannya,” jelas istri Bupati Gowa ini.
Hal-hal itu, kata dia, yang mungkin salah disampaikan oleh anggota PKK yang dituding melakukan pengusiran. “Apa yang saya komunikasikan mungkin salah ditafsirkan. Tapi ini saya yakin hanya kesalahan pahaman,” tegasnya. (sar/ril)
Awak Media Dilarang Liput Acara PKK
