GOWA, BKM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gowa melakukan pengasapan (fogging) di RT 12, BTN Nusa Indah, Selasa (19/7). Pengasapan dilakukan pasca terjadinya kasus Demam Berdara Dengue (DBD) yang menyerang enam orang anak di kompleks perumahaan itu, sejak Maret-Juni lalu.
Pengasapan dipimpin Kepala Puskesmas Pallangga, dr Gaffar dengan mengerahkan sejumlah petugas fogging. Fogging yang dilakukan jajaran Dinkes ini mendapat sambutan lura biasa dari masyarakat setempat lantaran mereka tidak ingin ada lagi anak-anak yang menyusul terserang DBD seperti yang dialami oleh Bella Sulhan (3), Marwah Ma’ruf (8), Aira (7), Dira (8), Mufli Hasan (15) serta Rifal (4).
Ketua RT 12 BTN Nusa Indah, Imran mengatakan, fogging ini akan sangat membantu masyarakat setempat dalam memerangi serangan demam berdarah dengue (DBD). “Yah kebetulan pada Maret-Juni lalu ada enam anak-anak di RT kami yang kena DBD. Karena itu dengan fogging ini tentu akan sangat membantu kami dalam mencegah wabah itu disamping kami melakukan upaya aksi bersih lainnya yakni 3M,” kata Imran.
Sebelum fogging, pihak Puskesmas Pallangga menurunkan tim surveilance ke perumahan tersebut, untuk memastikan sejauhmana perkembangan penyakit DBD yang sudah melanda sebelumnya.
“Kami memang sudah menurunkan tim dan memang menunjukkan adanya gejala DBD yang berkembang di perumahan itu,” kata dr Gaffar dihubungi Rabu (20/7).
Selain penyemprotan dr Gaffar juga mengatakan jika pihaknya telah menbagikan bubuk abate ke masyarakat di perumahan tersebut termasuk di wilayah Pallangga lainnya yang dicurigai.
“Harapan kami agar jentik nyamuk aedes aegyfti ini dapat diberantas sehingga tidak berkembang biak,” tambah dr Gaffar.
Terpisah, Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin mengatakan, berkembangnya penyakit DBD di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh perilaku kesehatan masyarakat. Karena itu masyarakat diimbau agar menjaga kebersihan lingkungan.
“Barang-barang bekas seperti wadah plastik, kaleng dan lainnya yang bisa menjadi tempat penampungan air hujan harus ditimbun. Air yang menggenang harus dialirkan dan bak-bak air terbuka harus ditutup. Semua itu harus diperhatikan sebab sangat berpotensi membantu perkembangbiakan jentik nyamuk DBD,” jelas kadis. (sar/ril)
Dinkes Fogging BTN Nusa Indah
