Site icon Berita Kota Makassar

Hotel Butuh Inovasi untuk Bertahan

MAKASSAR, BKM — Pertumbuhan hotel di Makassar sangat pesat. Akibatnya, kompetisi antarhotel menjadi ketat.Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, mengakui jika pertumbuhan hotel cukup pesat memberi dampak atau bias bagi hotel-hotel yang ada di daerah ini. Untuk bisa tetap eksis, menurutnya, hotel-hotel yang ada harus bisa berinovasi dan kreatif dalam menampilkan sesuatu yang baru, beda, dan menarik minat calon customer.
”Yang dibutuhkan sekarang adalah hotel memiliki diferensiasi agar bisa temukan pasar baru. Apalagi bulan Agustus mendatang ada beberapa lagi hotel yang akan buka. Dibutuhkan kreativitas manajemen,” jelas Anggiat di sela-sela peluncuran Hotel The Rinra, Rabu (20/7).
Dia mencontohkan Hotel Grand Clarion. Selalu berusaha untuk berinovasi dan melakukan terobosan-terobosan menarik pelanggan. ”Manajemennya ditekankan jangan terlena. Kalau terlena dan jatuh, untuk bangkit kembali, lama recoverynya,” jelas Anggiat.
Sejauh ini, kata Anggiat, Clarion masih tetap eksis dan bisa mempertahankan imagenya sebagai hotel berbintang karena selalu komitmen untuk mempertahankan kualitasnya. Saat ini, tingkat okupansi hotel di Makassar, termasuk Hotel Grand Clarion berkisar 65 persen sampai 68 persen. ”Saat ini sifatnya normal period. Tingkat okupansi hotel di Makassar, termasuk Grand Clarion sekitar 65 persen hingga 68 persen,” pungkas Anggiat. (rhm/mir)

Exit mobile version