MAROS, BKM — Setelah meluncurkan game anti korupsi (Majo Junior) kepada para siswa SMA di Makassar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali meluncurkan game serupa kepada siswa SMA di Maros.
Pelaksana harian (Plh) Kepala Biro Humas Juru Bicara KPK, Yuyuk Andriyati menuturkan, pihaknya memiliki dua tugas besar dalam memberantas korupsi. Pertama menindak korupsi, dan tugas kedua adalah pencegahan. Khusus pencegahan, kata Yuyuk, pihak KPK memulainya dari tingkat pelajar. KPK melibatkan pelajar, sebagai bentuk pencegahannya, mengingat tindakan korupsi bisa saja terjadi di lingkungan sekolah.
“Memang untuk pencegahan, kami selalu memulainya dari usia dini atau usia sekolah. Khusus untuk pecegahan kami memulainya dari usia dini. Karena tanpa kita sadari perilaku korupsi itu bisa terjadi di sekitar kita, “jelasnya.
Yuyuk menambahkan, dalam memantau dan mencegah korupsi di Indonesia, KPK menggandeng Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) untuk memantau dan mencegah tindak korupsi di daerah. Pasalnya jumlah pegawai KPK hanya sekitar 1200 orang, dengan luas cakupan seluruh indonesia. “SPAK menjadi agen KPK untuk menindak dan mencegah tindak korupsi di daerah masing-masing termasuk di Maros. Jumlah agen SPAK di seluruh Indonesia berjumlah 750. Dengan keberadaannya itu, kita berharap tindakan korupsi berjalan dengan baik,” jelasnya
Dalam kunjungan ke sekolah tersebut, KPK juga memberikan game yang mudah diterima pelajar, berupa lima jodoh (Majo Junior). Games Majo ini ada untuk kalangan dewasa dan pelajar yang akan mengajarkan dan menanamkan nilai kejujuran untuk pencegahan perilaku korupsi sejak dini.
Yuyuk menjelaskan, permainan majo junior ini merupakan games yang mirip permainan monopoli tetap item-itemnya diambil dari keseharian pelajar yang diajak untuk mempelajari hal-hal yang menjadi cikal bakal korupsi seperti terlambat ke sekolah, mencontek, membully teman sekolah dan lainnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Maros, Muslimin mengatakan, dirinya sangat bangga karena sekolahnya menjamu kunjungan tim KPK pusat yang turut mensosialisasikan program “Saya Pelajar Anti Korupsi” dan Games Majo Junior.
Di tempat yang sama, Ketua Komisi III DPRD Maros, Hj Haeriah Rahman yang juga ikut menyambut Tim KPK mengaku senang karena Maros mendapat kesemepatan untuk dikunjungi pihak KPK dalam rangkaian sosialisasi game Majo Junior. Ia berharap, permainan ini bisa menanamkan nilai-nilai kejujuran pada siswa SMA di Maros.
Selain berkunjung ke SMAN 1 Maros, Tim KPK dan Agen SPAK juga akan mengunjungi SMKN 1 Maros, dimana kedua sekolah ini menjadi pilot project untuk Game Majo Junior serta program SPAK untuk Maros. (ari/ril)
KPK Kenalkan Game Anti Korpsi di Maros
