Site icon Berita Kota Makassar

Wisma Negara Jalan, Reklamasi Mandek

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel berharap proyek Centre Point of Indonesia (CoI) bisa berjalan secara keseluruhan tanpa ada kendala berarti.

Apalagi, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di beberapa kesempatan selalu menekankan di sisa akhir masa jabatannya, sudah ada progres luar biasa dari CoI yang bisa menjadi ikon provinsi ini.
Kendati sejumlah kendala mengadang proyek ini, namun secara perlahan tetap berjalan dengan sejumlah catatan.
Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Latif mengemukakan, proyek pembangunan Wisma Negara di kawasan CoI sudah berjalan kembali. Begitu juga dengan pembangunan masjid 99 kubah yang siap-siap untuk dimulai.
Yang menjadi persoalan saat ini adalah reklamasi pantai yang akan disulap menjadi Pantai Pasir Putih yang mandek.
“Proyek Wisma negara tetap jalan. Memang yang sedikit tertinggal adalah reklamasi yang belum jalan,” ungkapnya di sela-sela Soft Opening Hotel The Rinra di Kawasan CCC, Rabu (20/7).
Mantan Kadis Bina Marga itu mengungkapkan, mandeknya reklamasi pantai karena truk-truk yang mengangkut material untuk reklamasi dilarang masuk ke kawasan Tanjung Bunga menuju CoI. Tepatnya, dilarang lewat di Metro Tanjung Bunga karena akses jalan itu bukan fasilitas umum. Masih menjadi aset Tanjung Bunga.
Abdul Latief mengaku, pihaknya sudah pernah bicara dengan GMTD persoalan itu. Namun yang diizinkan hanya mobil atau truk pengangkut material pembangunan Wisma Negara, Jembatan CoI, maupun untuk masjid 99 kubah.
“Hanya mobil pengangkut material reklamasi pantai yang dilarang. Kita juga tidak tahu apa alasannya,” jelas Sekprov Abdul Latief.
Dia menambahkan, GMTD juga pernah dipanggil untuk bicara soal itu namun yang bersangkutan tidak datang.
“Soal reklamasi saya tidak tahu karena kita pernah panggil tapi tidak datang. Tidak ada alasan,” pungkasnya.
Sehari sebelumnya, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Sulsel, Andi Bakti Haruni yang dihubungi BKM, Senin (19/7) mengemukakan, dalam waktu dekat, proyek Wisma Negara akan kembali dilanjutkan.
Pelaksana proyek sementara melakukan mobilisasi alat dan bahan.
“Saat ini sedang persiapan pelaksanaan. Sedang mobilisasi alat dan bahan,” ungkapnya.
Tahun ini, bagian dari Wisma Negara yang ditargetkan rampung adalah ballroom.
Wisma Negara tahun ini kembali dialokasikan sebesar Rp55 miliar. Dana tersebut diperkirakan sudah cukup hingga ballroom bisa digunakan.
Sementara itu, Pantai Pasir Putih, hingga saat ini masih terkesan terkatung-katung. Pasalnya, akses keluar masuk kawasan CoI terkendala larangan untuk membawa material ke sana oleh salah satu pengembang.
Padahal, Pantai sepanjang 350 meter di depan Anjungan Pantai Losari ini sudah dikeruk. Hanya saja, angkutan tanah liat yang akan diuruk sebelum menaburi pasir putih lagi-lagi terkendala akses masuk.
Sementara untuk pembangunan Masjid CoI masih menunggu kelembagaan.
Sebenarnya, lahan untuk pembangunan masjid yang diperkirakan butuh Rp200 miliar masih butuh ditinggikan. PT Ciputra Group sebagai pelaksana reklamasi siap untuk menambah tinggi timbunan, namun lantaran akses terganggu sehingga tak bisa melakukan pekerjaan. (rhm/war)

Exit mobile version