Site icon Berita Kota Makassar

25 Agustus Film Uang Panai Tayang

MAKASSAR, BKM– Warga Sulawesi Selatan tak sabar lagi menunggu pemutaran perdana Film Uang Panai yang mengangkat cerita tentang kehidupan masyarakat Bugis Makassar.
Uang Panai merupakan Film bergenre drama komedi romantis yang pemeran utamanya diisi artis muda berbakat Kota Makassar, Ikram Noer yang berperan sebagai Anca dan Nurfadhillah berperan sebagai Risna. Serta tak ketinggalan komedian lagi hit Tuming dan Abu.
Tak hanya itu, artis nasional Katon Bagaskara dan Jane Salimar turut menjadi pemeran dalam film 100 persen karya anak Bugis Makassar yang dicanangkan menjadi tonggak sejarah kebangkitan film lokal go nasional.
Wachyudi Muchsin, Eksekutif Produser Film Uang Panai mengatakan, alhamdulillah produksi sineas lokal Kota Makassar Makkita Cinema Production ini “sah” tayang perdana secara serentak tanggal 25 Agustus 2016 mendatang di bioskop XXI, 21, Megaplex dan Sinaplex seluruh Indonesia.
Lanjut Wachyudi menyampaikan, sudah banyak warga Sulsel yang tak sabar ke bioskop untuk menonton Film Uang Panai termasuk bapak Jusuf Kalla Wakil Presiden Republik Indonesia yang memberi dukungan dan akan menonton bareng di Jakarta.
Bahkan, warga Sulsel di tanah rantau telah menjadwalkan nonton bareng.”Insya Allah film Uang Panai akan menjadi film mendidik, menghibur dan menarik,” ujar Wachyudi Muchsin kepada BKM, Kamis (21/7).
Film Uang Panai berkisah pemuda bernama Anca yang memperjuangkan cintanya dengan penuh keikhlasan, kepada wanita pujaannya bernama Risna.
Sayangnya aturan adat istiadat suku Bugis Makassar, mengharuskan Anca membayar uang panai sebesar Rp 150 juta saat ingin melamar pacarnya tersebut. Dari sinilah muncul konflik, yang disisipi unsur komedi diperankan tumming dan abu.
Berawal dari nominal ini alur film Uang Panai dimulai. Sebab, Anca serta keluarganya merasa tak sanggup menyiapkan uang panai Rp 150 juta sesuai pemintaan keluarga Risna.
Intinya, film ini bercerita tentang kehidupan masyarakat Bugis Makassar. Pesan yang ingin disampaikan yakni uang panai bukan segalanya dalam mewujudkan cinta suci dua insan (pernikahan) sekaligus bisa dibedakan mana uang panai, mahar dan sompa, pungkas Yudi sapaan akrab Wahyudi Muchsin.(war)

Exit mobile version