SIDRAP, BKM — Sebanyak 212 Calon Jemaah Haji (CJH) Sidrap tahun 2016 diberikan vaksin meningitis. Pemberian vaksin dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidrap bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar.
Kadis Kesehatan Sidrap, dr Irwansyah, melalui Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Nurhidayah, merinci CJH yang diberikan vaksin tersebut terdiri 201 CJH asal Sidrap, 2 mutasi dari daerah lain, 1 TPHD serta 8 cadangan.
“Pemberian vaksin dilakukan di Aula Kompleks SKPD selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu (22-23 Juli),” kata Nurhidayah.
Sementara itu, Dr Juniarti Naim dari KKP Makassar menerangkan, vaksin Meningitis Meninggokokkus bertujuan memberi kekebalan terhadap penyakit radang selaput otak yang disebabkan bakteri Meningokokkal. Vaksin tersebut, lanjutnya, wajib diberikan kepada setiap CJH, karena menjadi persyaratan mendapatkan visa dari pemerintah Arab Saudi.
“Lebih 50 persen penderita penyakit ini meninggal dunia, kalaupun sembuh menimbulkan kecacatan,”komentarnya saat ditanya bahaya penyakit tersebut.
Lebih jauh Juniarti memaparkan virus meningitis sebenarnya tidak ditemukan di Indonesia. “Namun dikhawatirkan saat berada di tanah suci, jemaah haji akan tertular virus ini bahkan membawanya pulang ke tanah air,” katanya lagi.
Menyinggung soal vaksin palsu yang ramai dibicarakan belakangan ini, Juniarti menjamin vaksin yang diberikan ke CJH adalah asli karena langsung dari Kementerian Kesehatan RI. “Yang palsu itu karena sumber dan penyalurnya tidak diketahui,” tegas Juniarti. (ady/C)
212 CJH Sidrap Divaksin Meningitis
