Site icon Berita Kota Makassar

Begal Tambah Brutal

MAKASSAR, BKM — Sudah cukup banyak pelaku begal yang ditindak tegas aparat kepolisian di kota ini. Bahkan ada diantaranya yang dilumpuhkan dengan tembakan.
Namun, tindakan polisi itu tidak membuat ciut nyali para kriminal jalanan yang masih berada di luar sel. Sebaliknya, mereka kian bertambah brutal.
Setidaknya itu terlihat dalam peristiwa ini. Seorang pelajar SMK PGRI Hartaco bernama Rezaldi alias Reza (16) meregang nyawa di tangan para pelaku begal. Warga Hartaco Indah Blok 4 A RT 1 itu tewas usai ditikam di depan sebuah game center Jalan Dg Tata Lorong 3, Sabtu (23/7) pukul 19.45 Wita.
Salah seorang saksi di lokasi kejadian, Frenki kepada anggota Resmob Polrestabes Makassar dan Polsek Tamalate, menuturkan sebelum kejadian, korban bersama delapan orang temannya yang berboncengan motor datang ke game center. Saat berada di tempat permainan berbasis internet itu, tiba-tiba datang tiga orang yang berboncengan mengendarai sebuah sepeda motor. Mereka mencari seseorang lelaki bernama Saptian.
”Kamu lihat Saptian?” tanya salah seorang pelaku. Korban dan temannya menjawab tidak tahu.
”Kamu bohong. Pasti kamu tahu persembunyian Saptian,” tuding pelaku lagi.
Akibatnya, keributan diantara kedua kelompok anak muda inipun tak terhindarkan. Secara tiba-tiba, salah seorang diantara pelaku menikam dada sebelah kanan, leher, kaki dan paha korban Reza. Usai melakukan aksinya, pelaku langsung kabur.
Sesaat setelah kejadian, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Namun nyawanya tidak tertolong.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Burhanuddin mengatakan, peristiwa penikaman ini diduga aksi balas dendam. ”Pelaku datang mencari teman korban bersama Saptian. Tapi karena Saptian tidak ada, korban yang menjadi sasaran pelaku,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, diketahui kalau tiga orang yang diduga sebagai pelaku masing-masing berinisial SR, RD dan SD. Kasus tersebut ditangani Polsek Tamalate diback up Polrestabes Makassar.
Kapolsek Tamalate, Kompol Azis Yunus mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan dalam kasus ini. ”Dugaan sementara, korban ditikam saat dikeroyok oleh pelaku yang diperkirakan tiga orang. Motifnya diduga dendam,. Kami masih dalami kasusnya,” ujar Azis, Minggu (24/7).
Aparat Polsek Tamalate telah meminta keterangan saksi. Informasi yang dihimpun BKM, dari keterangan korban bernama Cikal, malam itu korban mengantar teman wanitanya bernama Endang. Tidak lama kemudian Endang datang ke rumah orang tua korban, dan menyampaikan Rizaldi ditikam di Jalan Daeng Tata 3.
”Saya dapat kabar dari Endang, teman korban yang malam kejadian dibonceng oleh korban di Jalan Daeng Tata. Sekitar 30 menit kemudian Endang datang dan menyampaikan kalau Rizaldi ditikam,” terang Cikal. Kesaksian Cikal itu juga dibenarkan Kapolsek Tamalate, Azis Yunus. (jul-ish/rus)

Exit mobile version