Site icon Berita Kota Makassar

Tak Loyal, Kader Golkar Pasti Disanksi

MAJENE, BKM — Sekretaris Partai Golkar Sulbar, Drs H Hamzah Hapati Hasan (H4), memimpin rapat konsolidasi dengan pengurus DPDII Partai Golkar Kabupaten Majene, Sabtu (23/7). Rapat konsolidasi tersebut sengaja digelar pengurus DPD II Partai Golkar Majene untuk membahas berbagai agenda partai Golkar. Di antaranya perkembangan pasca-Munaslub, Musda, dan sikap politik jelang pemilihan gubernur (Pilgub).
”Sedianya pengurus DPD II Partai Golkar Majene akan silaturahmi dengan Sekretaris Partai Golkar Sulbar di Mamuju. Namun karena beliau ada agenda kunjungan ke Majene, maka rapat ini kami gelar. Dan kami menghadirkan beliau di sini,” urai Sekretaris Golkar Majene, Lukman.
Dihadapan puluhan pengurus DPD II Partai Golkar Majene, Hamzah Hapati menyampaikan, terkait agenda partai Golkar Sulbar khususnya pada Pilgub 2017, semua kandidat yang bergulir sekarang ini masih sebatas bakal calon (Balon). Jadi semangat untuk mendukung balon tersebut sah- sah saja, sebelum rekomendasi partai turun.
”Semua yang ada sekarang masih sebatas balon. Jadi semangat untuk mendukung sah-sah saja. Karena rekomendasi partai juga belum turun,” kata Hamzah.
Terkait keberadaan Kalma Katta sebagai kader Golkar yang kuat dugaan akan berpasangan dengan SDK pada Pilgub nanti apakah akan dikenai sanksi bila dirinya tidak direkomendasi partai Golkar, sebagaimana disampaikan kader Golkar Majene. ”Kami ingin bertanya bagaimana kiranya jika Kalma Katta maju di Pilgub dan tidak direkomendasi partai Golkar sebagaimana pada Pilpres lalu, dimana JK tidak direkomendasi partai Golkar, tetapi tetap ia sebagai kader Golkar,” ujar Lukman yang juga wakil bupati Majene ini.
Terkait hal itu, Hamzah menegaskan, bila rekomendasi partai telah turun, semua kader harus patuh pada rekomendasi tersebut. Bilamana ada kader yang tidak patuh pasti kena sanksi. Mekanisme dan bentuk sanksinya akan ditentukan DPP. (ala/mir/c)

Exit mobile version