Site icon Berita Kota Makassar

Dinihari, Kadis Sosial Bahas Strategi Tangani PMKS

USAI berdiskusi dengan jajaran Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta tentang persoalan sosial dan cara penanganannya, rombongan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kota Makassar langsung menuju Cianjur, untuk istirahat. Waktu tempuhnya sekitar tujuh jam.

Laporan: Rahman
dari Jakarta

ROMBONGAN tiba di Cianjur pukul 23.00 waktu setempat. Tidak lama berselang, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir yang menyusul rombongan, juga tiba di Hotel Cianjur.
Setelah beristirahat sejenak, Mukhtar Tahir langsung mengumpulkan para TKSK untuk membahas hasil pertemuan dengan Dinas Sosial DKI Jakarta. Pertemuan berlangsung, Selasa (26/7) dinihari pukul 01.48 WIB.
Dalam diskusi tersebut, para TKSK memaparkan apa yang didapatkannya selama kunjungan. Dalam pertemuan mendadak itu juga dibahas tentang strategi yang akan dilakukan di Kota Makassar dalam menangani persoalan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
Mukhtar Tahir yang memimpin langsung rapat membeberkan sejumlah program unggulan yang akan ditempuh sesuai dengan kondisi, jumlah tenaga dan fasilitas sosial.
Diakui Mukhtar Tahir bahwa fasilitas sosial di Kota Makassar, seperti panti belum maksimal untuk penampungan PMKS yang ditertibkan. Tidak sama dengan DKI Jakarta yang memiliki fasilitas lengkap. Mulai dari fasilitas untuk balita hingga lanjut usia, dengan jumlah tenaga yang memadai.
Meski kondisinya seperti itu, Muchtar Tahir tidak patah semangat dalam menangani dan menyelesaikan persoalan sosial sampai tuntas. “Itumi perjuangan kita. Walaupun banyak keterbatasan, tapi kita harus tetap berjuang,” kata Mukhtar Tahir memberi motivasi.
Terkait dengan itu, pihaknya akan meluncurkan empat program unggulan. Yakni rumah bakat rumah hati, Sosial Care Center (SCC), pemberian jaminan sosial, serta sosialisasi kesejahteraan sosial.
”Rumah bakat rumah hati dimaksudkan sebagai wadah untuk menampung PMKS, seperti anak jalanan, anak putus sekolah, pengangguran dan lain-lain. Di rumah bakat rumah hati itu akan disiapkan sarana keterampilan seperti alat seni, bengkel dan lain-lain. Mereka akan dilatih menjadi terampil agar bisa hidup mandiri. Selain itu, persoalan pendidikan juga akan disentuh. Ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan dan pembinaan kepada PMKS,” terang Utta, sapaan akrab Kadis Sosial.
Sedangkan SCC atau pusat kepedulian sosial akan menjadi sentral persoalan sosial dan penanganannya, seperti dalam bidang kesehatan, kesejahteraan, serta mengantisipasi potensi persoalan sosial yang akan terjadi. Pada Intinya, SCC dirancang untuk menyelesaikan persoalan sosial dengan cepat dan tepat.
Selanjutnya sosialisasi dan edukasi. Program ini dimaksudkan sebagai sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat agar seluruh program bisa berjalan dengan lancar. Edukasi tersebut akan membangkitkan partisipasti masyarakat.
Dengan program unggulan dan kegiatan lainnya yang disusun dan dilaksanakan Dinas Sosial, diyakini akan jitu dan mampu menangani persoalan PMKS sesuai dengan kondisi yang ada saat ini. Minimal meminimalisir berkembangnya PMKS.
Usai pertemuan, rombongan istirahat di hotel. Selanjutnya, pada pagi hari pukul 10.00 WIB, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Bandung. Pertemuan dengan Dinas Sosial Bandung diagendakan berlangsung harin ini, Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB.
Mukhtar Tahir yang juga ketua tim penanganan dan pengendalian Makassar Tidak Rantasa’ (MTR), dalam kunjungan kerja TKSK ke DKI Jakarta dan Bandung ini, memanfaatkannya untuk mempelajari strategi penataan lingkungan sosial. Khususnya ruang terbuka hijau untuk publik, karena dianggap sangat berpengaruh pada kondisi sosial.
Ruang terbuka hijau tersebut bisa diaplikasikan sebagai salah wadah pembinanan sosial. Apalagi, salah satu program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tahun ini yakni ruang terbuka hijau.
Dalam perjalanan dari Depok menuju Bandung, Selasa (26/7), pihaknya menyempatkan diri mengunjungi tempat ruang terbuka hijau di beberapa lokasi. Seperti Tangkubanperahu dan farm house. Dia berharap kunjungan ke lokasi ruang terbuka hijau itu memberikan inspirasi untuk diterapkan di Kota Anging Mamiri. (*/rus)

Exit mobile version