Site icon Berita Kota Makassar

Imigrasi Periksa Pekerja PT Conch

BARRU, BKM — Rumah kontrakan di Kompleks Jampue Kelurahan Mangempang yang dihuni pekerja asing asal China, Selasa (26/7) tiba-tiba jadi gaduh. Pihak Imigrasi melakukan razia kepada pekerja asing dari PT Conch Barru Semen Indonesia.
Semua warga negeri Tiongkok dimintai dokumen resminya. Pihak Imigrasi didampingi Kajari Barru Paian Tumanggor, Wakil Ketua DPRD Abdul Rahman, beberapa anggota DPRD Barru, Perwakilan Dinas Sosial, staf Instansi lain dan dikawal puluhan Satpol PP.
Kasi Lalu Lintas Status Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Pare-pare, Imam Prawira, bahwa data imigrasi mencatat ada 29 warga asing asal Tiongkok yang terdaftar dan bekerja di PT Conch. Mereka ini memiliki kelengkapan dokumen berupa KITAS.
Meski begitu, Imigrasi melakukan pengechekan langsung, untuk mengetahui dan meneliti. Siapa tahu masih ada dari pekerja asing itu yang tidak memiliki dokumen resmi.
“Kelengkapan dokumen ini yang kita mau chek,” kata Imam.
Anggota DPRD Barru Andi Haeruddin menduga masih ada lebih dari 100 warga asing asal China yang bekerja sebagai pekerja sub kontraktor dari 29 yang terdaftar secara resmi. Yang tidak ditemukan saat sidak ini, perlu diketahui dimana keberadaannya dan apakah memiliki dokumen resmi. “Sidak yang kita lakukan bukan berarti menolak investor asing. Tetapi untuk melakukan pengechekan surat dokumen apa yang dimiliki,” aku Andi Haeruddin.
Ironisnya dari ratusan pekerja asal China yang bekerja di Barru. Justru yang terdaftar resmi memiliki KITAS di Kantor Imigrasi Kelas II Parepare, hanya 29 orang. Bahkan empat institusi berbeda jumlah data pekerja asing yang dimilikinya. Imigrasi misalnya menyatakan ada 29 pekerja asal China yang terdaftar secara resmi dan memiliki dokumen resmi. Sedangkan Polres Barru mengakui bahwa jumlah warga asing yang bekerja di PT Conch sebanyak 30 orang.
Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Barru seperti diakui Kabid Pengawasan Tenaga Kerja Dinas Sosnaker Barru, Jamaluddin bahwa jumlah pekerja asing yang terdaftar di kantornya berjumlah 13 orang. DPRD sendiri melalui Wakil Ketua DPRD ABD Rahman dan Ketua Fraksi Demokrat Andi Haeruddin bahwa ada lebih 100 warga China yang bekerja di PT Conch.
”Memang di bagian Ofice enam pegawai dan 23. Sebagai pekerja di sub kontraktor,” tukasnya.
(udi/C)

Exit mobile version