GOWA, BKM — Kabupaten Gowa akan menjadi pusat penangkaran jenis hewan langka anoa dataran tinggi
di Sulawesi. Hewan asal Sulawesi ini akan ditangkar di Konservasi Citra Satwa celebes di Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu.
Untuk memastikan rencana ini, pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) berkunjung ke Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomaranna, Senin (25/7). Ikut dalam rombongan, sejumlah pakar dan tim Global Species Management Plan (GSMP) perwakilan dari Inggris, Amerika dan Jerman dipimpin langsung Sekretaris PKBSI, Tony Sumampau. Mereka mengunjungi enam lembaga konservasi di Indonesia. Salah satunya di Sulsel, yakni Lembaga Konservasi Citra Satwa Celebes.
Tujuan rombongan dari GSMP dan PKBSI tersebut datang ke Gowa untuk mengetahui cara penangkaran satwa jenis anoa dataran tinggi yang selama ini hanya ditangkar di Citra Satwa Celebes.
Anoa jenis dataran tinggi yang memiliki bulu lebih panjang dari Anoa dataran rendah ini diketahui termasuk satwa endemik atau langka. Selain langka, tidak semua kebun binatang atau tempat penangkaran di Indonesia ini yang mampu mengembangbiakkan Anoa ini.
Di Citra Satwa Celebes, Anoa jenis dataran tinggi hanya berjumlah lima ekor yakni dua jantan dan tiga betina. Selain mempelajari cara penangkaran Anoa, sejumlah pakar dari GSMP tersebut juga mengamati sejumlah satwa yang berada di tempat seluas 2,5 hektare di Sokkolia tersebut.
“Kami datang kesini untuk memberikan saran kepada pengelola supaya nantinya tidak ada yang diprotes ketika bergabung dalam PKBSI, misalnya ada Anoa yang hamil dan itu harus dipisahkan,” kata Sekretaris PKBSI, Tony Sumampau.
Direktur CV Citra Satwa Celebes, Mukhlis berharap tempat penangkaran satwa yang dikelola bersama dengan ketiga saudaranya bisa mendapatkan perhatian dan support dari pemerintah.
Dewan Pembina Citra Satwa Celebes, Hamzah Ahmad mengaku saat ini pihaknya masih dalam tahap pembenahan tempat. Dan masih dalam tahap penangkaran belum masuk dalam tahap komersial.(sar)
Peneliti Asal Inggris dan Amerika Amati Anoa di Gowa
