MAKASSAR, BKM– Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali kembali mengkritisi anggota Badan Anggaran (Banggar) yang tidak menggunakan tablet saat rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Apalagi, rapat yang sudah dua kali digelar menyangkut gambaran umum pertanggung jawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2015.
Selain kritikan, ARA sapaan akrab Adi Rasyid Ali juga mempertanyakan keberadan tablet milik anggota Banggar.
“Kita minta semua anggota dewan dapat memfungsikan tablet mereka. Itu tablet digunakan dalam rapat-rapat, tolonglah dihargai pemberian Pemkot Makassar untuk digunakan sebagai fasilitas kerja, jadi semua keperluan gampang tinggal kirim email,” ungkap ARA dalam ruangan Banggar, Selasa (26/7).
Tablet tersebut kata ARA sapaannya, bisa digunakan anggota Banggar untuk mempelajari lebih awal draf rencana penggunaan anggaran SKPD sebelum dibahas di Banggar.
“Kita minta bagian persidangan untuk mengirimkan file penggunaan anggaran SKPD yang akan dibahas nantinya, ke masing-masing email anggota dewan untuk dipelajari secara detail,” katanya.
Seperti diketahui anggaran untuk 50 tablet anggota dewan menelan anggaran kurang lebih, Rp650 juta dari total Rp750 juta yang dianggarkan di APBD tahun 2015. Satu unit tablet dibeli seharga Rp13 juta, dan sisa anggaran masuk kembali di kas daerah sebagai Sisa Lebih Pemakaian Anggaran (Silpa).
Menanggapi itu anggota Banggar, Rahman Pina mengaku, tablet yang dianggarkan pemkot untuk mendukung kinerja dewan tetap difungsikan dan digunakan anggota dewan meskipun tidak rutin dibawa setiap hari ke kantor.”Tetap kita gunakan, untuk belajar, mendownload peraturan atau UU, membaca berita portal dan lainnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Devisi Advokasi dan Pendampingan Masyarakat Sipil Kopel Indonesia, Musaqdak, mengatakan, dari awal Kopel tidak sepakat dengan pengadaan tablet untuk dewan.
Pengadaan tablet tersebut tidak membawa perubahan positif bagi kerja-kerja dewan dan hanya pemborosan anggaran.”Bagaimana mungkin mau ada perubahan, kalau tablet saja tidak difungsikan dengan baik, padahal anggarannya sangat besar,” singkatnya.(ita/war)