Site icon Berita Kota Makassar

212 JCH Dilatih Tawaf dan Sa’i

SIDRAP, BKM — Bak serasa di Tanah Suci Mekkah, lokasi taman wisata Panker disulap menjadi lokasi Masjidil Haram, di pelataran Ganggawa Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Sidrap. Miniatur Ka’bah dibuat laiknya di Masjidil Haram tepatnya dibundaran pelataran Panker.
Begitupun juga jalang Lanto Dg Pasewang dijadikan area proses Sai, yang jaraknya disesuaikan dengan panjang Sai antar Safa dan Marwah berjara 300 meter .
Begitu khusyuknya, 212 calon Jamaah Haji (JCH) Kabupaten Sidrap mengikuti latihan manasik haji yang digelar selama dua hari yakni 25-26 Juli. Mereka menggunakan pakaian Ihram bagi jemaah laki-laki dan perempuan.
Simulasi yang digelar pertama kali tingkat kabupaten ini, para calon tamu allah melakukan semua prosesi ibadah haji mulai pengambilan Umrah Haji, kemudian tawaf Ifadah di Baitullah hingga proses Sai antar Safa dan Marwah dan selanjutnya prosesi pengambilan Haj di padang Arafah.
Semua calon jemaah haji Sidrap ini dilatih seolah-olah berada di padang Arafah, lokasi Wukuf pun didalam area stadion. Kemudian selesai wukuf jemaah lanjutkan prosesi Lontara Jamarah (jumroh Aqabah, Ula dan Uzta). Lokasi melempar jumroh ini ditempatkan disisi sebelah barat stadion Ganggawa.
Khusus lokasi pengambilan ibadah Arbain di Masjid Nabawi Kota Madinah, para jemaah bergeser dilokasi Masjid Agung Pangkajene yang juga berada di area Panker. Kemudian jemaah calon haji inipun juga disimulasikan berkunjungan siarah ketempat-tempat bersejarah di Mekkah dan Madinah. Namun itu, lokasinya ditentukan pengurus Ibadah Haji dan Umroh Kemenag yang ditentukan berada di Kota Pangkajene.
Seperti proses ibadah Tawaf, meski panas teriknya matahari yang menyegat para calon jamaah haji asal Sidrap ini, namun itu dilakukan sangat antusias untuk menggelar simulasi tawaf dengan mengelilingi miniatur ka’bah di pelataran ganggawa Pangkajene ini.
Kasubag Tata Usaha Kantor Kemenag Sidrap H. Abdul Gaffar diteui disela-sela simulasi haji itu mengatakan ini adalah kegiatan latihan manasik haji ini untuk membentuk mental dan fisik jemaah ketika benar-benar berada di Mekkah dan Madinah.
Untuk membekali para calon jamaah haji, agar siap menunaikan rukun islam kelima tersebut, kata Gaffar, para pembimbing haji yang disebut Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) membagi empat kelompok CJH Sidrap.
“Agar ini bisa memudahkan koordinasi dan mengawasi jemaah supaya tidak kesasar dan mudah melakukan semua proses haji. Termasuk sengaja dibagi empat kelompok agar kesehatan jemaah tetap terjaga dan mudah dikontrol. Simulasi ini pertama kali kita lakukan dari digabung 11 kecamatan,” jelasnya.
“Sebelumnya para calon jamaah berkeliling di Sidrap ini, seperti pada saat di Mekkah dan melakukan tawaf di pelataran ganggawa dengan miniatur kabba, dan melanjutkan sa’i di Jl lanto Dg Passewang, “ujarnya.
Rencananya, 212 CJH Sidrap akan diberangkatan tanggal 11-12 Juli mendatang. Sidrap masuk kelompok terbang (Kloter) tiga bersama JCH asal Kabupaten Gowa dan Tanah Toraja. (ady/C)

Exit mobile version