Site icon Berita Kota Makassar

BNPT-FKPT Latih Wartawan Tulis Berita Terorisme

MAKASSAR, BKM — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulsel menggelar kegiatan Deseminasi Media dengan tema Melalui Media Bersama Cegah Radikal-Terorism Menuju Sulsel Damai.
Sekaitan dengan kegiatan itu, BNPT dan FKPT melakukan visitasi media untuk menekankan pentingnya agenda tersebut.
Kepala Subdit Kewaspadaan BNPT Hj Andi Intang Dulung menekanan media punya peranan besar untuk membendung radikalisme. Namun, dalam menginformasikan dan menyajikan berita-berita terkait radikalisme yang cukup sensitif, jurnalis harus memahami kaidah-kaidah yang ada sehingga tulisannya tidak bias.
“Karena itulah kami mengadakan kegiatan ini,” kata Andi Intang di Redaksi Harian Fajar Gedung Graha Pena Lantai 4, Rabu (27/7).
Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo berharap fungsi pers menjadi early warning system atau sistem deteksi dini terkait terorisme ke depan bisa lebih maksimal dilakukan. Pers harus jalankan fungsi tersebut dengan tetap mengacu pada pedoman dan kode etik jurnalistik.
Sementara itu, narasumber ahli BNPT dari Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) Willy Pramudya mengemukakan, setiap tahun sekitar 500 hingga 800 pengaduan yang masuk ke Dewan Pers terkait pemberitaan yang dinilai merugikan.
“Kebanyak pengaduan yang masuk menyangkut pemberitaan yang menyangkut pelanggaran kode etik,” ungkapnya.
Puncaknya, tahun 2016 ini, pengaduan yang masuk mencapai 1000 lebih.
Dia berharap, dengan pelatihan yang digelar BNPT dan FKPT, jurnalis kembali ke profesi ketaatan mutlak pada profesi. Menurutnya, pencegahan terorisme akan gagal jika para jurnalis tidak memperhatikan kualitas.
“Senang sekali kami mendengar ada kegiatan ini. Diharapkan banyak masukan dan pencerahan yang diperoleh dari kegiatan ini. Masih banyak wartawan yang tidak tahu kode etik dan lainnya, apalagi turunannya,” jelas Willy. (rhm/war)

Exit mobile version