Site icon Berita Kota Makassar

Kadang Ada Yang Mencukur Tidak Punya Uang

BAGI Arofik, menjadi tukang cukur bukan hanya sekadar untuk menyambung hidup instri dan kedua anaknya, tetapi juga keinginannya untuk membantu orang dan menambah pahala.

Laporan: ARIF AL QADRY

Apalagi, kadang orang yang datang mengaku tidak punya uang dan berutang dulu untuk cukur. Rata-rata mereka berada di sekitar lokasi tempat kerjanya.
“Saya tetap membantu mereka meski tidak punya uang dan meminta untuk berutang. Saya ikhlasan dan menganggap itu tabungan,” jelas Arofik kepada penulis.
Arofik mengaku, kebutuhan orang ke tukang cukur sangat besar, bayangkan saja jika tidak ada tukang cukur maka otomatis rambut orang akan berantakan.
“Coba bayangkan kalau tidak ada tukang cukur, otomatis rambut orang akan berantakan tidak jelas,” kata Arofik yang mengaku tetap bangga dengan pekerjaannya saat ini.
Arofik meninggalkan ruhanya di sebuah rumah kontrakan yang berada di Jalan Borong dengan ukuran yang sederhana.
Sejak pukul 08:00 Wita, Arofiq sudah harus meninggalkan rumahnya dan bergegas ke tempat kerjanya yang berada di Jalan Tamalate l dengan harapan dapat membawa pulang rezeki untuk keluarganya.
Sesampai di tempat pencukuran, dia bersama rekan se profesinya tidak langsung membuka pintu dan menerima orang yang datang untuk di cukur. Melainkan dia terlebih dulu harus membersihkan ruangan tempat pencukur dan mempersiapkan serat membersihkan alat alat yang di gunakan untuk mencukur.
Setelah 30 menit membersihkan dan mempersiapkan alat alat dia pun membuka pintu Pangkas Rambut Madura Jaya.
“Pendapatan sebenarnya tidak menentu, tapi saat ini saya bersyukur karena belum pernah pulang kosong meski kita harus menunggu berjam-jam hingga pukul 21.00 Wita,” ucapnya.
Hari pertama masuk sekolah dan di bulan Ramadan merupakan momen atau masa panen bagi para pemangkas rambut. Itu sudah sering dia rasakan setiap tahunnya. Disaat ramadan khususnya, dia mampu menerima pengunjung yang datang dua kali lipat dari hari-hari biasanya atau sebanyak 50 orang setiap harinya.
Ramainya pengunjung yang datang yang seakan tidak ada hentinya memaksa dia bersama rekannya untuk membuka jasa pencukuran hingga larut malam yakni sekitar pukul 23:00 wita.
Kadang konsentrasi cukup terganggu karena berdiri dan harus fokus mencukur selama berjam jam. Tidak jarang kelalaian terjadi, seperti tidak sengaja menyentuh kulit kepala belakang telinga pengunjung menggunakan gunting yang membuat pengunjung tersebut cukup kaget dan bahkan marah. Tetapi hal tersebut tidak berdampak fatal, hanya luka lecet yang tidak begitu parah.
“Lebaran itu paling banyakmi orang, justru kami yang biasa mengalah. Saya juga kadang di marahi kalau saya tidak sengaja menyentuh kulit kepala pengunjung dengan gunting, itu tidak cukup sakit, hanya mengagetkan orang. tapi tetap saja orang yang kaget bawaannya marah, jadi saya terpaksa di marahi. Namanya juga manusiawai seperti itu, saya tetap minta maaf,” katanya.
Sambil menikmati secangkir kopi pahit, Arofik, sempat merapikan sendiri rambutnya. Ia mengaku rambut adalah mahkota kepala setiap manusia. Tidak terkecuali bagi kaum perempuan, para kaum pria juga dapat menata mahkota kepalanya agar dapat terlihat rapi dan menjadi simbol kepribadian serta karakter seseorang.
Apalagi saat ini, sudah begitu banyak model dan gaya rambut seperti model mohak, mandarin, dan jabrik yang kebanyakan model rambut tersebut dipakai oleh anak muda sekarang. Sedangkan model dan gaya rambut les pinggir, 3, 2, 1 yang dimana model rambut kepala di bagian atas 3 cm, tengah 2 cm dan pinggir 1 cm lebih banyak digunakan untuk pelanggan yang sudah berusia 40 hingga yang lanjut usia.”Saat ini sudah ada berbagai pilihan model dan gaya rambut. Tinggal bagaimana pelanggan menyesuaikan gaya rambut tersebut. Apalagi, sudah ada foto atau gambar model dan gaya rambut pria masa kini yang ditempelkan di dinding dengan ukuran yang cukup besar,” kata Arofik.
Hampir satu jam Arofik bersama penulis, muncul beberapa pelanggan untuk meminta Arofik memperbaiki rambutnya. Tak bisa melayani secara keseluruhan, Arofik meminta para pelanggan untuk antri dan menunggu giliran, bahkan menyerahkan sebagian ke teman sesama profesinya untuk mencukur para pelanggannya.
Masih banyaknya orang menggunakan jasa tukang cukur Madura menjadi indikator kalau tempat cukur Madura masih diminati dan dipercaya untuk memotong rambut. Selain harganya yang terjangkau, kualitas atau hasil dari pencukuran juga dinilai baik.
Alat yang digunakan para pemangkas rambut madura juga cukup lengkap. Mulai dari alat gunting potong, sasak, sisir, pisau hingga mesin pemotong rambut sebagai senjata andalan yang mampu membuat orang terlihat rapih.
Menurut Arofik, ia berprofesi sebagai tukang cukur dimulai tahun 2008 lalu. Ia-pun mengaku sama sekali tidak khawatir bersaing dengan tempat cukur modern yang lengkap dengan pembersih wajah atau Babershop, yang sampai saat ini cukup banyak di Kota Makassar.
“Saya tidak ragu dan takut dengan banyaknya usaha cukur yang lebih modern. Sebab yang mencukur di usaha cukur Madura adalah pelanggan dari kehidupan menengah ke bawah. Bahkan kalangan orang tua usia lanjut mengaku usaha cukur Madura adalah tempat potong rambut tradisional,” ujar Arofik.
Agar dapat bersaing di tengah ramainya tempat pemotong rambut modern, dia hanya perlu mempertahankan kualitas dan teknik cara memotong rambut yang baik. Dengan begitu kesan memotong rambut di cukur Madura lebih nyaman dibandingkan di tempat modern.(arf/war)

Exit mobile version