MAKASSAR, BKM — Proses pengecoran lantai dua bangunan pabrik kelapa milik PT Kilat Agrotama di Jalan Sultan Abdullah Raya, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo berbuah petaka. Bangunan itu tiba-tiba saja ambruk, yang menyebabkan satu orang tewas dan empat lainnya luka-luka. Peristiwa tersebut terjadi, Rabu (27/7) pukul 14.30 Wita.
Korban meninggal adalah Mansyur (50), warga Jalan Sultan Abdullah II Mangarabombang, Kecamatan Tallo. Ia mengalami patah pada bagian leher, retak di jidat dan memar di dada dan perut.
Sementara empat orang yang luka-luka, masing-masing Umar (40), warga Pallangga, Kabupaten Gowa, Nasir (25) dan Dodi (30), warga Galangan Kapal, Kelurahan Kaluku Buloa, Kecamatan Tallo, serta Kamaruddin (45), warga Jalan Teuku Umar, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo.
Salah seorang saksi bernama Rahman (68), warga Jalan H Kalla, mengaku pada saat kejadian ia bersama korban melakukan pengecoran di lantai dua bangunan berukuran 20×6 meter.
”Kami semua pekerja borongan. Kita sementara melakukan pengecoran. Bangunan itu rencananya untuk kantor. Entah kenapa tiba-tiba saja bangunan ambruk. Lima orang pekerja bangunan tertimpa reruntuhan bangunan,” ujar Rahman.
Menurut Rahman yang merupakan mandor borongan, pekerjaan bangunan tersebut dilakukan dengan sistem borongan. Pekerja yang dilibatkan sebanyak 12 orang.
”Sekitar pukul 14.30 Wita pengecoran sudah selesai. Saya minta para pekerja untuk melicin lantai yang telah dicor. Namun saat lantai itu dilicin, tiba-tiba saja bangunan runtuh,” terangnya lagi.
Aparat Polsek Tallo yang menerima informasi adanya kejadian ini, langsung ke lokasi dengan melakukan olah TKP. Selanjutnya mengambil keterangan saksi-saksi.
Kapolsek Tallo, Kompol Henki Ismanto mengatakan, pihaknya telah melakukan proses penyelidikan terkait peristiwa ini. ”Saat kami ke lokasi, korban tengah dievakuasi oleh rekannya ke Rumah Sakit Jala Ammari TNI Angkatan Laut untuk mendapat perawatan medis. Satu orang tewas dan empat luka-luka dalam peristiwa itu,” jelas Henki Ismanto, Kamis (28/7). (ish/rus)
Bangunan Ambruk, Satu Tewas, Empat Luka-luka
